Pihak Nikita Mirzani Akhirnya Bongkar Kronologi Giorgio Antonio Pinjam Uang Rp200 Juta, Punya Bukti
pairat September 08, 2026 06:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Setelah dituding tak punya bukti, kini pihak Nikita Mirzani bongkar bukti Giorgio Antonio pinjam uang Rp200 juta.

Diketahui hingga kini polemik dugaan utang senilai Rp200 juta yang melibatkan Giorgio Antonio dan Nikita Mirzani masih menjadi sorotan.

Sebelumnya, pihak Nikita Mirzani melalui media sosial menagih uang sebesar Rp200 juta kepada Giorgio yang diketahui merupakan kekasih Sarwendah.

Tagihan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari pihak Giorgio melalui praktisi hukum Jaenudin. 

Pihak Nikita lantas diminta lebih bijak dalam menyampaikan sesuatu di media sosial serta mengingatkan agar setiap tudingan disertai bukti.

NIKITA VS GIORGIO - Artis Nikita Mirzani kembali menjadi sorotan setelah admin akun Instagram resminya menagih utang Rp200 juta kepada Giorgio Antonio, kekasih Sarwendah.
NIKITA VS GIORGIO - Artis Nikita Mirzani kembali menjadi sorotan setelah admin akun Instagram resminya menagih utang Rp200 juta kepada Giorgio Antonio, kekasih Sarwendah. (Instagram)

Baca juga: Respon Pihak Girogio Antonio Ditagih Utang Rp200 Juta, Minta Nikita Mirzani Bijak & Tunjukkan Bukti

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Nikita Mirzani, Andy Syarifuddin, menegaskan kliennya tidak mungkin menyampaikan tagihan tersebut tanpa memiliki alat bukti.

Menurut Andy, bukti dalam suatu persoalan tidak selalu berbentuk bukti transfer atau kuitansi. 

Ia menyebut terdapat berbagai jenis alat bukti tertulis yang dapat digunakan untuk mendukung suatu perkara.

"Tidak mungkin Nikita itu coba-coba memviralkan sesuatu kalau Niki itu tidak memiliki alat bukti," ujar Andy Syarifuddin dikutip dari YouTube SelebTubeTV, Selasa (8/9/2026).

"Perlu teman-teman wartawan ketahui bahwa alat bukti itu bukan hanya bukti transfer, bukan hanya bukti kuitansi, itu bagian daripada alat bukti tertulis namanya," lanjut pengacara artis yang kini tengah terseret kasus dugaan pemerasan itu.

Andy mengatakan pihaknya sengaja tidak membuka seluruh alat bukti yang dimiliki kepada publik. 

Menurutnya, kerahasiaan bukti tersebut harus tetap dijaga.

"Oleh karena itu, kerahasiaan alat buktinya sangat dijaga," tuturnya.

Lebih lanjut, Andy menjelaskan kronologi versi pihak Nikita mengenai awal mula Giorgio meminjam uang tersebut.

Ia mengatakan Giorgio sebenarnya bukan teman dekat Nikita Mirzani. 

Keduanya disebut saling terhubung melalui salah satu teman dekat sang artis.

"Seperti keterangannya Niki, bahwa Gio itu berteman baik, salah satu teman dekatnya Niki. Melalui teman dekatnya Niki itu meminta bantuan," ungkap Andy.

Andy kemudian menggambarkan bahwa permintaan bantuan dalam jumlah besar biasanya terjadi karena adanya hubungan atau perkenalan tertentu.

"Logikanya aja saya berpikir, misalnya Anda tidak kenal saya, masa mau tiba-tiba saya bantu, kecuali kalau Rp50 ribu ya boleh-boleh aja kali," katanya.

"Tapi kalau ini Rp200 juta ini kan banyak itu," sambung Andy.

Menurut Andy, Nikita sebelumnya juga telah menjelaskan bahwa dirinya tidak terlalu mengenal Giorgio secara langsung. 

Lewat temannya, akhirnya Nikita meminjamkan uang tersebut.

"Jelas Niki mengatakan bahwa saya tidak begitu kenal. Dia hanya kenal baik dengan teman baik saya. Melalui teman baik saya, dia meminta tolong ke saya. Makanya saya pinjami," jelasnya.

Sudah Tagih Utang tapi Tak Dapat Respons

Andy juga mengungkapkan bahwa pihak Nikita disebut telah beberapa kali berupaya menagih uang tersebut secara pribadi.

Penagihan, kata dia, dilakukan melalui pesan WhatsApp maupun direct message atau DM Instagram.

Namun upaya tersebut tidak mendapatkan tanggapan dari pria yang dikenal sebagai pengusaha itu.

"Bahwa itu sudah berkali-kali ditagih melalui WA dan juga melalui DM. Tapi itu tidak pernah ditanggapi," ungkapnya.

Karena tidak mendapatkan respons, pihak Nikita akhirnya memilih menyampaikan persoalan tersebut secara terbuka melalui media sosial.

"Kalau pertanyaannya bahwa apakah dia menagihnya bagaimana, yang jelas sudah ditagih," kata Andy.

"Ya kan berbulan-bulan, tapi tidak ada tanggapan, makanya ditagih secara online," lanjutnya.

Andy juga menepis anggapan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan konflik Sarwendah dan Ruben Onsu.

Mengingat pihak Nikita menagih utang tersebut di tengah memanasnya konflik masalah anak antara Ruben dan Sarwendah hingga menyeret nama Giorgio.

Ia mengatakan Nikita tidak pernah secara terbuka membela salah satu pihak dalam konflik tersebut, sehingga menurutnya persoalan tagihan Rp200 juta tidak semestinya dikaitkan dengan polemik rumah tangga Sarwendah dan Ruben.

"Mungkin saya pikir bahwa ini secara kebetulan saja, karena Niki itu tidak pernah kita mendengar membela SW (Sarwendah) atau RO (Ruben Onsu) ini. Jadi kita tidak boleh mengaitkan ke sana," tegas Andy.

Bantahan Pihak Giorgio Antonio

Kedekatan antara Giorgio Antonio dengan anak-anak Sarwendah ikut menjadi sorotan, di tengah Ruben memperjuangkan hak asuh di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Memanasnya konflik tersebut, artis Nikita Mirzani secara tiba-tiba melalui media sosial menagih hutang sebesar Rp200 juta kepada pacar Sarwendah tersebut.

Hingga akhirnya masa lalu Giorgio juga ikut terbongkar.

Persoalan tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan Giorgio Antonio dengan praktisi hukum Jaenudin dan sejumlah pihak, termasuk kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu.

Jaenudin mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut mereka membicarakan isu tagihan Rp200 juta, yang selama ini dianggap Giorgio sebagai kabar tidak benar.

Menurutnya, kebenaran mengenai tagihan tersebut perlu dibuktikan dengan bukti yang jelas.

"Memang pada pertemuan itu bukan hanya saya ketemu Gio dan Sarwendah, ada Bang Chris segala macam, salah satunya adalah membahas terkait isu Rp200 juta yang selama ini dianggap oleh Gio itu sebuah hoaks, dan kebenarannya memang perlu dibuktikan," ujar Jaenudin kepada awak media, Sabtu (5/9/2026).

Dikatakan Jaenudin, Giorgio sebenarnya tidak ingin menanggapi isu tersebut terlalu jauh.

Namun, ia menilai seseorang yang menagih utang perlu memiliki bukti yang dapat menunjukkan adanya transaksi atau kewajiban pembayaran.

"Ya sebenarnya Gio tidak mau ya menanggapi terlalu jauh akan hal tersebut. Tapi bagaimanapun kan bila seseorang menagihkan sesuatu yang tanpa didasari dengan bukti-bukti yang jelas malah justru beredar video-video saat bersama Gio dan segala macam itu kan nggak benar," jelasnya.

Jaenudin kemudian menjelaskan, sejumlah bukti yang menurutnya dapat digunakan untuk memperjelas persoalan tersebut. 

"Kalau kita nagih seseorang paling tidak akan ada kuitansi, ada bukti transfer, serah terima atau bukti chat dan sebagainya. Itu yang diperlukan," tuturnya.

Jaenudin juga mengungkapkan respons Giorgio ketika sejumlah video yang berkaitan dengan dirinya beredar.

Menurutnya, Giorgio tidak menunjukkan kekhawatiran berlebihan karena menganggap isu tersebut tidak benar.

Giorgio disebut memilih menganggap isu tersebut sebagai angin lalu dan tidak menganggapnya sebagai persoalan serius.

Bahkan, kata Jaenudin, Giorgio tidak memiliki rencana untuk membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

"Jadi dia anggap itu angin lalu lah, tidak dianggap sebuah sesuatu yang serius gitu loh, bahkan dia pun tidak berniat untuk memperkarakan, melaporkan," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.