IHGMA Lampung Catat Okupansi Hotel Merosot hingga 40 Persen Akibat Erupsi GAK
Reny Fitriani September 08, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Lampung mencatat bahwa tingkat hunian hotel di Lampung pasca erupsi GAK merosot hingga 40 persen dari hari-hari sebelumnya yakni 70 persen. 

Baca Juga: Dampak Abu Vulkanik, Kasus ISPA di Puskesmas Satelit Sempat Capai 29 Pasien Sehari

Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Lampung, Lekat Rahman mengatakan, dari informasi 35 anggota IHGMA Lampung, okupansi saat ini merosot sampai 40 persen. 

"Ini dikarenakan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang memuntahkan abu vulkanik dalam beberapa hari terakhir berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan perhotelan di Lampung," kata , saat dihubungi Tribun Lampung, Selasa (8/9/2026). 

​​"Dalam posisi normal, tingkat hunian hotel itu mencapai 70 persen. Tapi saat ini kondisi sedang tidak baik-baik saja," terusnya.

Selain karena abu vulkanik GAK, terusnya, juga ada pengaruh penghematan anggaran dan faktor lainnya. 

Untuk destinasi wisata unggulan di Lampung juga mayoritas berada di kawasan pesisir dan pantai yang posisinya berhadapan langsung dengan wilayah perairan GAK. 

​"Kalau bicara pengaruh, jelas ada karena faktornya psikologi. Industri ini kan paling sensitif dengan isu keamanan," urai Lekat.

​"Dulu orang mau ke Lampung terkendala isu begal. Nah, sekarang begitu ada meletusnya Anak Gunung Krakatau, sementara mayoritas wisatawan yang ke Lampung tujuannya ke pantai, ini jelas sangat mempengaruhi," kata Lekat. 

​Guna mengembalikan kepercayaan publik dan memulihkan sektor perhotelan di Lampung, Lekat memprediksi butuh proses dan waktu yang tidak sebentar.

​"Untuk recovery secara psikologi masyarakat itu tidak secepat yang dibayangkan, tidak gampang. Butuh waktu untuk memulihkan situasi ini," ucapnya.

IHGMA Lampung mengimbau seluruh manajemen hotel dan pelaku pariwisata untuk aktif melakukan gerakan penyeimbang di media sosial.

​"Saya bilang ke kawan-kawan, sekarang kita imbangin saja. Caranya dengan rajin memposting potensi dan destinasi wisata yang ada di sini, supaya bisa mengubur image buruk yang beredar," tukas Lekat.

Pemprov Lampung Belum Hitung Kerugian Ekonomi

Pemerintah Provinsi Lampung belum menghitung nilai kerugian ekonomi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berdampak terhadap sejumlah aktivitas masyarakat di Lampung.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan Pemprov Lampung hingga kini belum melakukan pengukuran secara spesifik terkait dampak ekonomi akibat erupsi tersebut, termasuk terhadap aktivitas pelaku UMKM.

“Kita belum menghitung secara spesifik dampak ekonominya,” kata Jihan saat konferensi pers di Pusdalops BPBD Lampung, Selasa (8/9/2026).

Menurut Jihan, secara umum aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasa.

Namun, masyarakat tetap diminta menerapkan protokol kesehatan menyusul adanya paparan abu vulkanik di sejumlah wilayah.

“Secara umum saya melihat belum ada dampak yang begitu berarti, artinya masyarakat masih beraktivitas seperti biasa namun dengan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan lain sebagainya,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, Pemprov Lampung mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak memanfaatkan situasi bencana untuk mengambil keuntungan berlebihan.

Jihan secara khusus mengimbau penjual masker dan alat kesehatan agar tidak menaikkan harga secara sepihak hingga merugikan masyarakat.

“Untuk masyarakat yang melakukan penjualan masker dan juga alat kesehatan untuk tidak melakukan kenaikan harga yang suka-suka dan merugikan diri sendiri,” katanya.

Selain itu, Pemprov Lampung mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian kebutuhan secara berlebihan atau panic buying.

Pemerintah memastikan kebutuhan perlindungan kesehatan, termasuk masker, masih tersedia di fasilitas kesehatan.

Pemprov Lampung masih memantau perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, termasuk kondisi kesehatan masyarakat dan aktivitas di wilayah terdampak.

Hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk melihat dampak erupsi secara lebih menyeluruh, termasuk kemungkinan kerugian ekonomi yang ditimbulkan.

Sementara itu, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga.

Pemprov Lampung mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra/Hurri Agusto) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.