Berhasil Tekan Hotspot, Operasi Modifikasi Cuaca di Kalsel Diperpanjang hingga 13 September 2026
Ratino Taufik September 08, 2026 06:05 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan bakal diperpanjang hingga 13 September 2026.

Perpanjangan dilakukan karena hujan buatan yang dihasilkan dari operasi tersebut memberikan dampak besar terhadap penurunan jumlah titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra mengatakan, dampak tersebut terlihat dari penurunan signifikan jumlah hotspot dalam beberapa hari terakhir.

“Hujan hasil dari OMC ini memang sangat berdampak menekan titik panas,” katanya, Selasa (8/9/2026).

Berdasarkan data pemantauan, jumlah hotspot di Kalsel yang pada 1 September 2026 mencapai 1.299 titik, turun drastis hingga tinggal 33 titik pada 8 September 2026.

Sebelumnya, jumlah titik panas sempat tercatat sebanyak 744 titik pada 6 September. Angkanya kemudian turun menjadi 258 titik pada 7 September sebelum kembali merosot pada pemantauan berikutnya.

Menurut Ronny, hujan yang turun di sejumlah wilayah setelah pelaksanaan OMC memberikan dampak terhadap kondisi lahan yang sebelumnya kering. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap berkurangnya titik api dan hotspot.

Maka dari itu, pelaksanaan OMC rencananya terus dilanjutkan hingga lima hari ke depan untuk mengoptimalkan potensi hujan, terutama di wilayah yang masih mengalami kondisi kering dan rawan kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga: Hujan Buatan Guyur Sejumlah Wilayah Kalsel, Titik Panas Berkurang Signifikan

OMC dilakukan dengan menyemai bahan berupa garam halus atau Natrium Klorida (NaCl) ke awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan.

Operasi tersebut menggunakan pesawat BNPB yang beroperasi dari Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru. Dalam tiga hari pelaksanaan, sejak 5 hingga 8 September, sedikitnya tiga ton bahan semai telah disiapkan dan digunakan dalam sejumlah penerbangan.

Hujan kemudian mulai mengguyur sejumlah wilayah Kalsel. Namun, Ronny mengakui hujan belum turun secara merata.

Banjarbaru menjadi salah satu wilayah yang masih terdampak asap karena belum mendapatkan hujan secara optimal.

“Titik api berkurang, namun memang belum sampai di daerah Banjarbaru awan hujannya sehingga di Banjarbaru masih berasap,” ujar Ronny.

Meski demikian, BPBD Kalsel menilai hasil OMC sejauh ini memberikan dampak positif terhadap upaya penanganan karhutla.

Dengan rencana perpanjangan operasi hingga 13 September, BPBD berharap potensi awan yang muncul dapat terus dimanfaatkan untuk menghasilkan hujan dan membantu pembasahan lahan di wilayah-wilayah rawan kebakaran.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.