Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Menipis di Jakarta, BMKG Ungkap Penyebabnya
Ramadhan Aji Prakoso September 08, 2026 06:42 PM

- Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di wilayah Jakarta mulai berkurang pada Senin (7/9/2026) siang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi tersebut dipengaruhi pergerakan abu vulkanis yang mengarah ke barat dari Gunung Anak Krakatau.

Pelaksana Harian (Plh) Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, abu vulkanis masih terpantau di Jakarta, tetapi jumlahnya tinggal sedikit.

“Per siang hari ini masih (ada sebaran abu vulkanis di Jakarta), tapi sudah berkurang, tinggal sedikit,” ucapnya.

Peringatan Abu Vulkanik di Gambir Tak Lagi Muncul

Berdasarkan data pada aplikasi Weather di ponsel, peringatan abu vulkanis di wilayah Gambir, Jakarta Pusat, tidak lagi muncul pada Senin sekitar pukul 13.00 WIB.

Kualitas udara di wilayah tersebut juga masih berada dalam kondisi yang dapat diterima.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau mengikuti perkembangan informasi resmi terkait sebaran abu vulkanis dan kualitas udara.

Abu Vulkanik Bergerak ke Arah Barat

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani juga mengatakan pihaknya telah menerbitkan 39 dokumen Significant Meteorological Information (SIGMET) sejak erupsi pertama Gunung Anak Krakatau terjadi pada Jumat (4/9/2026).

Dalam SIGMET terbaru yang berlaku pada Senin pukul 06.30–09.30 WIB, sebaran abu vulkanis teramati hingga ketinggian 15 ribu kaki atau sekitar 4,57 kilometer.

Abu tersebut bergerak ke arah barat dengan kecepatan 15 knot dan intensitas yang konsisten.

“Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 pukul 09.00 WIB, pola angin secara umum mendorong perluasan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ke arah barat,” ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.