Penumpang di Bandara Halim Masih Sepi, Maskapai Terpaksa Gabung Jadwal Imbas Sebaran Abu Vulkanik
Nathanael MoerRahardian September 08, 2026 06:42 PM

Operasional Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, memasuki masa transisi setelah sempat ditutup akibat dampak debu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Meski telah dibuka kembali sejak Selasa (8/9/2026) dini hari, kondisi penumpang di bandara masih terpantau sepi.

Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah maskapai yang memilih melakukan konsolidasi atau penggabungan jadwal penerbangan.

Assistant Manager of Airside Operation and Landside Service Bandara Halim Perdanakusuma, Alyudha Heru, mengatakan minimnya penumpang menjadi salah satu alasan penggabungan jadwal.

“Untuk yang Batik, Batik Air itu penerbangan pertama karena jumlah penumpangnya sepi. Jadi dia digabung dengan penerbangan berikutnya,” ujarnya.

Maskapai Batik Air, misalnya, membatalkan penerbangan dan memindahkan penumpangnya ke penerbangan berikutnya.

Hal serupa terjadi pada penerbangan Batik Air nomor 7511 tujuan Surabaya yang dibatalkan dan digabungkan dengan penerbangan 7517.

“Jadi yang pertama itu cancel, kayak 7508 itu cancel, digabung dengan penerbangan berikutnya di 7510,” ungkapnya.

Menurut Alyudha, keputusan tersebut diambil karena jumlah penumpang pada penerbangan pagi masih sedikit.

Selain minimnya penumpang, maskapai juga masih berada dalam tahap observasi karena sebelumnya belum mendapat kepastian mengenai pembukaan kembali bandara.

Hingga Selasa siang, pembatalan juga masih terjadi pada sejumlah penerbangan, termasuk kedatangan maskapai Citilink yang belum beroperasi.

Petugas memprediksi kondisi operasional Bandara Halim Perdanakusuma belum sepenuhnya stabil dan masih akan berlangsung selama satu hingga dua hari ke depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.