SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Pemkab Malang saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan lahan seluas 10 hektare (Ha) di lokasi Pantai Balekambang, Kabupaten Malang.
Untuk melakukan permohonan hak atas kepemilikan lahan Perhutani itu, Bupati Malang, Muhammad Sanusi, bersama Sekda Budiar, melobi ke Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Itu bukan dilakukan sekali, namun sudah beberapa kali.
Sebab, sebelumnya upaya serupa juga sudah dilakukan Bupati Sanusi, saat melakukan permohonan hak atas lahan di Pantai Ngliyep seluas 10 Ha.
Hasilnya, saat ini lahan 10 Ha di pantai yang ada di Kecamatan Donomulyo itu sudah bersertifikat dengan atas nama Pemkab Malang.
"Kalau yang di Pantai Ngliyep sudah berhasil."
"Saat ini lahan di pantai itu sudah milik Pemkab Malang sehingga sudah tak ada kendala jika mau dibangun."
"Makanya, saat ini kami tawarkan ke investor untuk membangun Pantai Ngliyep itu," tutur Sekda Budiar, Selasa (8/9/2026).
Baca juga: Santerra Lirik Pantai Ngliyep Kabupaten Malang untuk Dibangun Hotel dengan Kamar Menghadap Laut
Untuk proses pelepasan aset lahan di Pantai Balekambang itu, lanjut Budiar, mekanismenya hampir sama.
Yakni, Bupati Sanusi melakukan paparan di Kemenhut, Senin (6/7/2026) lalu.
Ia ditemui Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Kemenhut, Suharyono.
Karena ada sinyal baik, sehingga Kemenhut akan mengirim tim untuk melakukan verifikas lapangan.
Yakni, selain mengecek eksisting atau kondisi lahan itu saat ini, juga buat memastikan batas, antara lahan yang dimohon dengan lahan hutan di sekitarnya.
"Saat ini, kami lagi menunggu tim Penegakkan Hukum (Gakkum) Kemenhut turun untuk mengecek ke lokasi (Pantai Balekambang)," ungkap Budiar.
Menanggapi hal itu, M Ukasyah Ali Murtadho, anggota DPRD Kabupaten Malang mengapresiasi upaya Bupati Sanusi itu.
Yakni, Senin (6/7/2026) lalu, Bupati Sanusi dengan didampingi Sekda Kabupaten Malang, Budiar, menemui Suharyono.
Menurut Ukasyah, jika tidak ada perjuangan seperti itu, Pantai Balekambang dan Pantai Ngliyep tak akan bisa dibikin ikonik.
Indikasknya, dua pantai itu pernah legend tahun 1990-an, namun saat ini tak ada perkembangan, bahkan kalah berkembang dengan belasan pantai baru, yang ada di sekitarnya.
Malah, Pantai Ngliyep sudah sekitar 15 tahun ini seperti mati suri karena ditinggalkan pengunjungnya.
"Ya, dulu tahun 1990-an cuma ada tiga pantai, yakni Pantai Sendangbiru, Balekambang, Ngliyep, sehingga jadi primadona."
"Namun, saat ini, di sepanjang tiga pantai itu tumbuh wisata pantai baru sekitar 34, sehingga banyak pilihan."
"Makanya, agar bisa dibangun buat memajukan wisata itu, ya lahannya harus milik sendiri," papar anggota dewan dari Partai Gerindra yang juga anggota Komisi II.
Baca juga: Bupati Sanusi Rayu Kemenhut Lepas 10 Ha Lahan Perhutani di Pantai Balekambang demi Gaet Investor