Siswi Diduga Keracunan MBG Alami Gangguan Ingatan, Tak Kenali Keluarga hingga Teman
Laksmi Anindita September 08, 2026 07:39 PM

TRIBUNWOW.COM - Kondisi Febiona Br Purba, siswi SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, yang diduga menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis atau MBG, kini semakin memburuk.

Lebih dari tiga minggu setelah mengalami gangguan kesehatan, siswi berusia 16 tahun itu masih harus menjalani pemeriksaan medis secara berkala.

Febiona kini mengalami gangguan daya ingat hingga kesulitan berbicara.

Ibundanya, Elvinus Lusiana br Sitanggang, mengatakan perubahan pada daya ingat Febiona mulai terlihat setelah mengalami gangguan kesehatan.

Bahkan, Febiona disebut tidak lagi mengenali sejumlah kerabat maupun teman yang datang menjenguk.

“Lupa dia, misalnya bibinya kalau datang, ini siapa katanya. Kami kasih tahu lah, ini Bibi. Adik-adiknya juga gitu (gak ingat). Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun gak kenal,” ujar Elvinus, Selasa (8/9/2026).

Selain masalah ingatan, Febiona juga mengalami gangguan pada bagian lidah yang membuatnya semakin kesulitan berbicara.

“Karena lidahnya agak masuk, jadi makin susah ngomongnya,” kata Elvinus.

Kondisi tersebut membuat Febiona kembali menjalani pemeriksaan di RSUP H Adam Malik Medan.

Baca juga: Prabowo Naikkan Anggaran Mitigasi Bencana, Pengamat: Pemerintah Terlambat Antisipasi

Sebelumnya, ia sempat mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di Berastagi.

Setibanya di RSUP H Adam Malik, Febiona dibawa ke IGD sebelum diperiksa di Poli Psikiatri.

Ia kemudian menjalani pemeriksaan oleh sejumlah dokter spesialis, di antaranya dokter spesialis gastro anak, neurologi anak, dan psikiatri.

Setelah mendapat sejumlah obat, Febiona diperbolehkan pulang ke rumahnya di Karo.

Hingga kini, Febiona masih menjalani pengobatan secara rawat jalan dan harus beberapa kali menjalani kontrol.

Gangguan kesehatan yang dialami Febiona bermula pada Kamis (13/8/2026), setelah ia menyantap menu MBG di SMK Bersama Berastagi.

Menurut Elvinus, kondisi Febiona sebelumnya sehat saat berangkat ke sekolah.

Saat menyantap menu dengan lauk ikan tongkol, Febiona sempat mengeluhkan rasa ikan yang pahit dan keras.

“Rasanya pahit dan keras, katanya. Tapi pikirnya kek gitu rasanya. Makan aja dia karena udah lapar,” kata Elvinus.

Baca juga: Korban Keracunan MBG di Karo Disebut Kena Asap Rokok, Orangtua Ngamuk Tuntut Kejelasan

Setelah makan, Febiona mulai merasa pusing, tetapi masih berusaha mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Febiona sendiri dikenal sebagai siswi berprestasi.

Ia disebut meraih juara satu di kelas dan aktif di sekolah sebagai wakil ketua OSIS.

Setelah pulang dari sekolah, kondisinya semakin memburuk.

Febiona mengalami pusing hebat, tubuhnya terasa gatal, kemudian muntah setelah meminum susu Bear Brand.

Kondisinya terus melemah hingga akhirnya Elvinus meminta bantuan tentara yang berada di depan rumah untuk membawa Febiona ke RSU Kabanjahe.

“Itu posisinya sudah gak sadar. Sesudah setengah jam di rumah sakit, baru sadar dia,” ujar Elvinus.

Febiona kemudian menjalani perawatan selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang.

Namun, kondisi kesehatannya kembali menurun setelah mengalami kejang dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Berastagi.

Dua hari berselang, Febiona dirujuk ke Rumah Sakit Umum Haji dan menjalani perawatan sekitar satu minggu.

Setelah itu, ia melanjutkan perawatan secara rawat jalan dan beberapa kali menjalani pemeriksaan di RSUP H Adam Malik.

Pada Sabtu (5/9/2026), Febiona kembali mengalami kejang hingga dibawa ke Rumah Sakit Amanda.

“Baru lah tadi pagi dibawa untuk kontrol kesehatan ke sini. Habis ini ke rumahlah. Besok ambil hasil dari dokter,” ungkap Elvinus.

Kini, Elvinus berharap kondisi putrinya segera membaik agar dapat kembali bersekolah.

Febiona disebut sudah ingin kembali mengikuti kegiatan belajar bersama teman-temannya.

Namun, kondisi kesehatannya membuat keluarga masih belum berani mengizinkannya kembali ke sekolah.

Elvinus juga berharap Febiona mendapat pengobatan yang tepat sehingga tidak harus terus-menerus menjalani kontrol ke rumah sakit.

“Kami pun capek. Tolong dikasih obatnya yang tepat. Dia selalu bilang mau sekolah. Tapi kayak mana mau kita kasih sekolah,” tuturnya.

Baca juga: Masinis Mules! KRL Tujuan Bogor Tertahan 3 Menit di Stasiun UI, Ini Klarifikasi KAI

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.