Harga Minyak Melonjak ke Level Tertinggi Seusai Proksi Iran Serang Saudi Semalam, Ancam Pasar Global
Galuh Palupi September 08, 2026 07:44 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Harga minyak dunia kembali melonjak ke level tertinggi dalam beberapa pekan setelah eskalasi konflik di Timur Tengah semakin meluas.

Serangan kelompok Houthi Senin malam terhadap Arab Saudi memberikan tekanan baru terhadap pasar minyak yang sebelumnya sudah bergejolak akibat meningkatnya ketegangan di kawasan, seperti dikutip Tribun Style dari Sky News pada Selasa (8/9/2026).

Minyak mentah Brent, yang menjadi patokan harga minyak internasional, naik 1,25 dolar AS atau 1,3 persen menjadi 98,25 dolar AS per barel pada pukul 07.30 waktu Inggris.

Sebelumnya, harga Brent sempat menyentuh 98,79 dolar AS per barel.

Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 24 Juli.

KONFLIK TIMUR TENGAH - Harga minyak melonjak lagi setelah Houthi serang Saudi pada Senin (7/9/2026) malam (YouTube/Tribunnews)

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 2,22 dolar AS atau 2,4 persen menjadi 93,70 dolar AS per barel.

Baca juga: Iran Pamer Rudal Baru, Washington Dapat Peringatan Jelas, Minyak dan Gas AS Bakal Jadi Sasaran

Harga WTI sebelumnya bahkan sempat mencapai 94,21 dolar AS per barel, menjadi level tertinggi sejak 8 Juni.

Kenaikan harga tersebut menunjukkan bagaimana pasar minyak kembali sensitif terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah.

Terlebih, pasar energi global telah mengalami perubahan besar sejak Amerika Serikat dan Israel memulai perang terhadap Iran pada Februari 2026.

Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat setelah kedua pihak terlibat dalam serangkaian serangan baru pada pekan lalu.

Suvro Sarkar, kepala riset energi di DBS Bank, menilai eskalasi tersebut dapat mengubah cara pasar melihat risiko harga minyak dalam jangka panjang.

"Secara keseluruhan, kami percaya peningkatan permusuhan baru-baru ini antara AS dan Iran berpotensi secara signifikan mengubah persepsi pasar terhadap risiko terkait harga minyak, tidak hanya untuk sisa tahun 2026, tetapi juga hingga tahun 2027," ujar Sarkar.

Arab Saudi Balas Serangan Houthi

Eskalasi tidak berhenti pada serangan Houthi ke Arab Saudi.

Arab Saudi dilaporkan merespons dengan melancarkan empat serangan udara ke Kota Marib, Yaman.

Informasi tersebut dilaporkan Reuters dengan mengutip stasiun televisi Al Masirah yang dikelola Houthi.

Namun, hingga laporan tersebut dibuat, belum ada konfirmasi dari pihak Arab Saudi mengenai serangan udara tersebut.

Marib berada di sebelah timur Sanaa, ibu kota Yaman.

Baca juga: Netanyahu Sesumbar Serang Iran 50 Hari Sebelum Pemilu: Bersama Amerika Serikat Kami Hantam Teheran

KONFLIK TIMUR TENGAH - Perang Timur Tengah meluas, Yaman kini masif luncurkan serangan drone dan rudal ke titik militer Arab Saudi
KONFLIK TIMUR TENGAH - Perang Timur Tengah meluas, Yaman kini masif luncurkan serangan drone dan rudal ke titik militer Arab Saudi (YouTube/Tribun Video)

Wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir kembali menjadi medan pertempuran antara Houthi dan pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman.

Di tengah eskalasi tersebut, pasukan Yaman yang bersekutu dengan pemerintah mengklaim telah mencapai pinggiran Sanaa.

Juru bicara resmi angkatan bersenjata Yaman menyerukan kepada pihak-pihak yang masih setia kepada Houthi untuk meletakkan senjata dan menyerah.

Warga Sanaa juga diminta tetap berada di rumah serta menghindari tindakan bersenjata.

Houthi sendiri telah menguasai Sanaa selama lebih dari satu dekade.

Yaman Minta Aliran Senjata ke Houthi Dihentikan

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional juga menyerukan kepada negara-negara sekutunya untuk mengambil tindakan terhadap pemasok senjata Houthi.

Pemerintah Yaman menilai penghentian aliran senjata menjadi salah satu kunci untuk mencegah kelompok tersebut melancarkan serangan lebih lanjut.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah serangan, Kementerian Luar Negeri Yaman menuding Houthi mendapatkan dukungan militer dan keuangan dari Iran.

Pemerintah Yaman menyatakan Houthi dan pihak-pihak yang mendukungnya harus bertanggung jawab atas serangan serta dampak yang ditimbulkan.

Mereka juga meminta komunitas internasional mengambil langkah untuk menghentikan aliran senjata, pendanaan, dan keahlian militer kepada kelompok tersebut.

Pemerintah Yaman secara khusus menyebut Iran sebagai pihak yang dinilai memberikan dukungan kepada Houthi. (Tribun Style)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.