Truk Muatan Tebu Terguling di Kesamben Blitar, Jalur Blitar-Malang Macet
faridmukarrom September 08, 2026 07:49 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Truk bermuatan tebu terguling di Jalan Raya Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kecelakaan tunggal tersebut membuat arus lalu lintas jalur Blitar-Malang terganggu. Muatan tebu yang tumpah menutup sebagian badan jalan sehingga kendaraan harus melintas secara bergantian.

Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, mengatakan kendaraan roda dua masih dapat melintas di sekitar lokasi dengan sistem buka tutup.

"Jalur Malang-Blitar mengalami kemacetan, namun untuk kendaraan roda dua bisa lewat lokasi dengan sistem buka tutup," kata Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni.

Muheni mengatakan petugas bersama warga masih melakukan evakuasi terhadap truk yang terguling di tengah jalan.

Baca juga: Wali Kota Blitar Buka Suara soal Demo KONI, Dana Hibah Rp2,8 Miliar Belum Cair

Petugas juga menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan. Kendaraan roda empat atau lebih dari arah Malang menuju Blitar dialihkan melalui jalur Selopuro-Kanigoro.

"Petugas sedang berupaya mengevakuasi truk supaya jalur bisa dibuka kembali. Tidak ada korban jiwa, hanya arus lalu lintas terganggu," ujarnya.

Diduga Sopir Mengantuk

Kecelakaan bermula saat truk bermuatan tebu yang dikemudikan DIS (38), warga Kabupaten Malang, melaju dari arah timur atau Malang menuju barat atau Blitar.

Saat tiba di jalan menikung sebelum perlintasan kereta api (KA) Siraman, truk tersebut diduga keluar jalur hingga akhirnya terguling.

"Diduga sopir truk mengantuk. Saat melintas di tikungan sebelum perlintasan KA, truk keluar jalur dan terguling. Sopir mengalami luka ringan," ujarnya.

Akibat kecelakaan tersebut, tidak ada korban jiwa. Sopir truk hanya mengalami luka ringan.

Hingga petugas selesai melakukan evakuasi, pengendara yang melintas di jalur Blitar-Malang diimbau berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lokasi.

Profil Jalan Raya Kesemben Blitar-Malang

Jalan Raya Kesamben merupakan salah satu ruas penting yang menghubungkan wilayah Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Malang. Jalur ini melintasi Kecamatan Kesamben dan menjadi bagian dari koridor transportasi utama Blitar–Malang. Pemerintah Kecamatan Kesamben sendiri menyebut wilayah tersebut berada di jalur lalu lintas utama yang menghubungkan Blitar dan Malang.

Secara administratif, Kecamatan Kesamben berada di bagian timur Kabupaten Blitar. Wilayah ini terdiri dari 10 desa, yakni Siraman, Kesamben, Jugo, Pagergunung, Sukoanyar, Pagerwojo, Tepas, Bumirejo, Tapakrejo, dan Kemirigede.

1. Bagian dari jalur nasional Blitar–Malang

Jalan Raya Kesamben merupakan bagian dari jalur nasional yang menghubungkan Blitar dan Malang. Dalam sejumlah dokumen pemerintah, ruas di Desa Kesamben disebut sebagai Jalan Nasional III Blitar–Malang.

Jalur ini menjadi bagian dari rute yang menghubungkan kawasan Kota Blitar–Wlingi–Kesamben–Sumberpucung–Kepanjen–Malang. Karena itu, Jalan Raya Kesamben tidak hanya melayani kendaraan lokal, tetapi juga kendaraan antarkota.

2. Jalur dengan aktivitas ekonomi tinggi

Posisi Kesamben di jalur Blitar–Malang membuat aktivitas perdagangan berkembang di sepanjang jalan. Pemerintah Kecamatan Kesamben menyebut banyak warga bekerja sebagai pedagang karena wilayah tersebut berada pada jalur lalu lintas utama Blitar–Malang.

Di kawasan Jalan Raya Kesamben terdapat sejumlah fasilitas publik, termasuk Pasar Kesamben, Terminal Kesamben dan Stasiun Kesamben. Keberadaan fasilitas tersebut turut membuat aktivitas kendaraan dan masyarakat cukup tinggi.

3. Kerap menjadi titik kepadatan lalu lintas

Karena berfungsi sebagai jalur utama Blitar–Malang, Jalan Raya Kesamben menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian ketika volume kendaraan meningkat, terutama saat periode mudik.

Pada persiapan arus mudik 2026, Satlantas Polres Blitar menyebut Jalan Raya Kesamben sebagai salah satu titik rawan kepadatan di jalur Blitar–Malang. Petugas bahkan menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah persimpangan di kawasan Kesamben.

4. Memiliki persimpangan dan perlintasan yang perlu diwaspadai

Selain kepadatan kendaraan, kawasan Kesamben juga memiliki sejumlah perlintasan sebidang antara jalan dan jalur kereta api. Kajian Pemerintah Kabupaten Blitar tahun 2023 mencatat beberapa titik perlintasan di Kecamatan Kesamben, termasuk di Jalan Sebeng dan sejumlah ruas di kawasan Plampangan serta Bangunrejo.

5. Penting untuk mobilitas warga Blitar–Malang

Jalan Raya Kesamben bukan sekadar jalan penghubung antarkecamatan. Jalur ini memiliki fungsi strategis untuk mobilitas masyarakat, distribusi barang, perdagangan dan transportasi antarkota.

Karena itu, ketika terjadi kecelakaan atau kendaraan bermuatan besar terguling di ruas ini, dampaknya bisa langsung terasa terhadap arus lalu lintas Blitar–Malang.

(Samsul Hadi/Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.