Petani Sungai Lulut Banjarmasin Keluhkan Panen Anjlok, Jariyah: Hanya Cukup untuk Konsumsi Sendiri
Ratino Taufik September 08, 2026 07:51 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hasil panen padi tahun ini tampaknya tidak menggemberikan bagi sejumlah petani di Banjarmasin, ini sebab dipicu faktor kemarau ekstrem disertai krisis pasokan air.

Sebagaimana dirasakan Jariyah, petani di kawasan Sungai Lulut Dalam, Banjarmasin Timur. Ia harus menelan pil pahit karena hasil olahan lahan tak bisa untuk dijual ke pasar, melainkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

"Hari ini tadi dapat dua karung gabah, diperkirakan hanya seberat 60 kilogram," ucapnya, usai panen padi, Selasa (8/9/2026).

Hasil panen harian tersebut jauh dari batas normal produksi lahan pertanian pada tahun-tahun sebelumnya.

Dua tahun belakangan diakuinya, penurunan drastis hasil panen memang terjadi imbas kemarau yang memicu kekeringan atau kekurangan air.

Baca juga: BMKG Peringatkan Pasang Air Laut Maksimum dan Gelombang Tinggi di Wilayah Pesisir Kalsel

Ia menceritakan, saat kondisi cuaca dan irigasi masih normal, lahan yang digarapnya mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan karung gabah. 

Hasil melimpah tersebut biasanya sebagian dijual ke tengkulak atau masyarakat sekitar untuk menutupi biaya sewa mesin pemotong padi atau combine, dan menambah penghasilan rumah tangga.

​"Sekarang tidak ada yang dijual sama sekali, cuma cukup untuk makan sendiri di rumah," imbuhnya.

​Dalam menggarap lahan tersebut, Jariyah hanya mengandalkan tenaga berdua bersama sang suami. 

Meski hasil yang diperoleh jauh dari kata memuaskan dan tidak memberikan keuntungan finansial, ia tetap bersyukur gabah yang didapat setidaknya bisa mengamankan stok beras keluarga untuk beberapa bulan ke depan. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.