Seskab Teddy Jauhkan Mikrofon saat Prabowo Rapat Tuai Kritik, Said Didu: Betapa Berkuasanya Seskab
Laksmi Anindita September 08, 2026 07:39 PM

TRIBUNWOW.COM - Aksi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjauhkan mikrofon Presiden Prabowo Subianto saat rapat terbatas penanganan bencana menuai kritik dari pengamat politik Said Didu.

Momen tersebut terjadi ketika Prabowo memimpin rapat terbatas membahas penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam video rapat yang beredar, Teddy terlihat menjauhkan mikrofon dari Prabowo saat Presiden menyampaikan arahan terkait dugaan pembakaran lahan secara sengaja.

Said Didu kemudian menyoroti tindakan tersebut melalui unggahannya di akun X.

Ia menyebut aksi menjauhkan mikrofon itu sebagai "gol bunuh diri" bagi pihak Istana.

Said juga mempertanyakan kemungkinan adanya persoalan internal di lingkungan Istana serta menyinggung besarnya kewenangan Seskab.

"Inilah contoh 'gol bunuh diri' yang sering dilakukan oleh pihak Istana. Atau memang terjadi pembusukan di Istana kepada Presiden @prabowo? Kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi," tulis Said Didu.

Ia juga mempertanyakan kemungkinan video tersebut dapat diulang atau diedit.

"Kalau bukan pembusukan artinya bisa diulangi atau diedit. Betapa berkuasanya Seskab di negeri ini," lanjutnya.

Komentar Said Didu disampaikan di tengah rapat yang membahas penanganan karhutla.

Dalam rapat tersebut, Prabowo menyoroti dugaan pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja.

Prabowo mempertanyakan adanya lahan yang baru terbakar, tetapi dalam waktu singkat berubah menjadi kawasan perkebunan.

"Itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi," ujar Prabowo, dikutip dari kanal YouTube TribunSumsel, Selasa (8/9/2026) via TribunTrends.

Prabowo kemudian meminta pihak terkait melanjutkan penyelidikan dan mengidentifikasi korporasi yang diduga berkaitan dengan lahan tersebut.

"Tapi yang tolong diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya ya," kata Prabowo. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.