Akibat Kemarau Sungai Ketahun di Lebong Menyusut, Warga Beramai-ramai Cari Ikan dan Lokan
Rita Lismini September 08, 2026 07:41 PM

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Cuaca kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan debit air Sungai Ketahun di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, mengalami penyusutan.

Kondisi tersebut terlihat di sejumlah titik aliran Sungai Ketahun yang kini semakin dangkal. Bahkan, pada beberapa bagian, aliran air mengering hingga dasar sungai terlihat.

Kondisi air yang menyusut ini dimanfaatkan sejumlah warga untuk mencari ikan dan lokan di bagian sungai yang dangkal maupun mulai mengering.

Warga Manfaatkan Sungai yang Mengering untuk Cari Ikan

Pantauan TribunBengkulu.com pada Selasa (8/9/2026), sejumlah warga terlihat beraktivitas di beberapa bagian Sungai Ketahun yang mengalami penyusutan debit air.

Rendahnya permukaan air membuat warga lebih mudah menjangkau dasar sungai untuk mencari lokan. Selain itu, ikan yang masih terdapat di aliran sungai yang dangkal juga ditangkap warga.

Salah satu warga, Yanto, mengatakan dirinya kerap mencari ikan di Sungai Ketahun ketika musim kemarau.

Menurutnya, kondisi sungai yang menyusut membuat aktivitas mencari ikan menjadi lebih mudah karena sebagian aliran sungai mulai mengering.

"Kalau kemarau seperti ini saya sering cari ikan. Airnya menyusut dan beberapa bagian mengering, jadi lebih mudah mencari ikan," kata Yanto kepada TribunBengkulu.com, Selasa (8/9/2026).

Bagi masyarakat di Kabupaten Lebong, mencari ikan di Sungai Ketahun bukan merupakan aktivitas baru.

Sungai Ketahun selama ini dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu lokasi untuk menangkap ikan, terutama ketika kondisi air memungkinkan untuk dilakukan aktivitas tersebut.

BPBD Ingatkan Warga Waspadai Perubahan Debit Air

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, Saprul, membenarkan kondisi penyusutan debit Sungai Ketahun.

Ia mengatakan, berkurangnya debit air tersebut terjadi akibat kondisi kemarau dan minimnya hujan dalam beberapa bulan terakhir.

"Benar, akibat kemarau sehingga debit air menyusut," jelas Saprul kepada TribunBengkulu.com.

Meski kondisi Sungai Ketahun saat ini cenderung dangkal dan terdapat bagian yang mengering, masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai tetap diminta berhati-hati.

Saprul mengingatkan, kondisi debit Sungai Ketahun dapat berubah dalam waktu singkat apabila terjadi hujan deras, terutama di wilayah hulu.

Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu dapat menyebabkan debit air meningkat dan aliran sungai kembali menjadi deras.

Karena itu, warga yang mencari ikan maupun lokan di sekitar sungai diimbau memperhatikan kondisi cuaca sebelum dan selama beraktivitas.

Warga juga diminta segera meninggalkan area aliran sungai apabila hujan deras mulai turun, terutama jika hujan berlangsung cukup lama di wilayah hulu.

"Kami minta tetap waspada saat beraktivitas di aliran sungai. Waspadai jika terjadi hujan karena bisa terjadi luapan air secara tiba-tiba," imbaunya.

Debit Sungai Ketahun Pernah Menyusut

Penyusutan debit Sungai Ketahun bukan pertama kali terjadi ketika Kabupaten Lebong mengalami musim kemarau.

Pada 2024, minimnya hujan juga menyebabkan debit Sungai Ketahun berkurang. Kondisi tersebut bahkan berdampak terhadap ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan lahan persawahan masyarakat di Kabupaten Lebong.

Sungai Ketahun pada kondisi normal memiliki aliran air yang lebih deras. Saat musim hujan, peningkatan debit air juga dapat menyebabkan aliran sungai meluap di sejumlah wilayah.

Saat ini, warga masih memanfaatkan bagian Sungai Ketahun yang memiliki aliran air untuk mencari ikan dan lokan.

Namun, aktivitas tersebut tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca, mengingat debit air dapat meningkat kembali apabila hujan deras terjadi di wilayah hulu.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.