Gempa Magnitudo 2,1 Guncang 41 Km Timur Laut Labuan Bajo NTT
Wawan Akuba September 08, 2026 07:46 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM - Gempa bumi dengan magnitudo 2,1 terjadi di wilayah 41 kilometer timur laut Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (8/9/2026) malam.

Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 18.25.44 WIB.

Episentrum gempa berada pada koordinat 8,23 Lintang Selatan (LS) dan 120,16 Bujur Timur (BT).

Baca juga: Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Manggarai NTT, Ini Penjelasan BMKG soal Kedalaman dan Dampaknya

BMKG mencatat pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.

Informasi tersebut disampaikan BMKG sebagai hasil pengolahan awal yang mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat.

Karena itu, parameter gempa masih dapat berubah seiring dengan kelengkapan data hasil pengolahan BMKG.

Labuan Bajo Berada di Wilayah Aktif Tektonik

Labuan Bajo dan wilayah Flores berada di kawasan Nusa Tenggara yang memiliki aktivitas tektonik cukup tinggi.

Secara regional, kawasan Nusa Tenggara dipengaruhi aktivitas pertemuan lempeng, terutama interaksi Lempeng Indo-Australia dengan sistem lempeng di kawasan Sunda dan struktur tektonik di Indonesia bagian timur.

Selain zona subduksi, kawasan Flores juga memiliki sejumlah struktur sesar aktif yang dapat menjadi sumber gempa bumi.

Kondisi geologi tersebut membuat gempa bumi dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah Flores dan sekitarnya.

Magnitudo 2,1, Kedalaman 10 Kilometer
Gempa magnitudo 2,1 termasuk gempa dengan kekuatan relatif kecil.

Dampak gempa tidak hanya ditentukan oleh magnitudo, tetapi juga kedalaman sumber gempa, jarak episentrum dengan permukiman, kondisi tanah, serta konstruksi bangunan.

Gempa kali ini memiliki kedalaman 10 kilometer sehingga tergolong gempa dangkal. Namun, karena magnitudonya hanya 2,1, energi yang dilepaskan relatif kecil sehingga secara umum potensi kerusakan berat sangat rendah.

Meski demikian, informasi mengenai apakah gempa dirasakan masyarakat atau menimbulkan dampak tertentu tetap perlu mengacu pada laporan dan pembaruan resmi BMKG.

Imbauan BMKG

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi mengenai gempa yang belum berasal dari sumber resmi.

Saat gempa terjadi di dalam bangunan, masyarakat dapat melakukan langkah Drop, Cover, Hold On, yakni merunduk, berlindung di bawah meja atau benda yang kokoh, kemudian berpegangan hingga guncangan berhenti.

Hindari berada di dekat kaca, lemari, benda yang mudah jatuh, maupun bagian bangunan yang berpotensi runtuh.

Jika berada di luar ruangan, segera menjauh dari bangunan, tiang listrik, papan reklame, dan benda lain yang berpotensi roboh.

Setelah guncangan berhenti, periksa kondisi sekitar dan keluar menuju tempat yang aman apabila bangunan mengalami kerusakan.

Masyarakat juga disarankan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan terus mengikuti perkembangan gempa melalui kanal resmi BMKG.

Dengan adanya informasi awal gempa tersebut, masyarakat di Labuan Bajo dan sekitarnya diharapkan tetap tenang serta tidak panik.

Tetap waspada terhadap kemungkinan adanya informasi lanjutan dan pantau perkembangan aktivitas gempa melalui kanal resmi BMKG. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.