Renungan Harian Kristen 9 September 2026 - Lakukan dalam Nama Tuhan Yesus
Bacaan ayat: Kolose 3:17 (TB) Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Ada sebuah penggalan syair lagu lama berbunyi demikian: 'Untuk siapa, aku dilahirkan ke dunia fana, Sayang?'
Ini syair lagu romantis yang hendak meyakinkan sang kekasih bahwa kehadirannya di bumi telah dipastikan hadir untuk dia yang ia cintai. Bukankah ini indah?
Dicintai dengan cara sederhana namun mendalam. Bahwa kehidupannya telah ditetapkan untuk sang kekasih. Betapa bahagianya mereka. Meskipun faktanya, mencintai adalah perjuangan seumur hidup.
Mencintai menjadi seni dalam menikmati kehidupan. Namun dari romantisme tersebut perlu dikejar lebih dalam dengan pertanyaan: Apakah telah selesai jika kehidupan menjadi sangat romantis?
Perlu waspada bahwa kecewa bisa mengintip kapan saja sehingga romantis bisa buyar karenanya.
Terdapat identitas baru disematkan kepada orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Oleh Paulus disebut sebagai manusia baru. Ini konsekuensi logis dari percaya; sebab dengan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka kehidupannya menjadi berubah.
Orang percaya telah ditebus, dikuduskan dan diciptakan ulang dalam Yesus Kristus sebagai manusia baru.
Itu artinya orientasi pikirnya juga mengalami pembaharuan yang mendasar; bukan tentang diri sendiri lagi, melainkan tentang Yesus Kristus didalam dirinya.
Itu sebabnya Paulus memberikan penegasan bahwa "segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."
Ajaib bukan?
Coba renungkan, apakah motif segala perkataan dan perbuatan-perbuatan yang kita lakukan dalam keseharian?
Bukankah hampir semua hanya perkara diri sendiri dan orang lain? Bahkan dalam romantisme terbaikpun ternyata hanya tentang orang yang dicintai.
Bagaimana jika yang dicintai berlaku mengecewakan dan tidak seperti yang diekspektasikan, kecewa bukan?
Pasti kecewa. Bahkan pilihan untuk berhenti untuk mencintai menjadi godaan yang menggiurkan.
Sudah saatnya untuk sadar diri bahwa kehidupan orang percaya hari ini ialah tentang karya penyelamatan Allah dalam kehidupan.
Sebagai manusia baru, tidak pada tempatnya jika masih dikuasai oleh marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulut.
Sebaliknya, orang percaya akan menggantinya dengan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
Lakukan segala hal dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Bukan untuk pemuliaan diri sendiri melainkan untuk kemuliaan Tuhan. Amin.
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang