TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blora buka suara terkait dugaan kejadian keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Tunjungan.
Diketahui, SMAN 1 Tunjungan mendapatkan menu MBG dari SPPG Sukorejo 2.
Baca juga: BREAKING NEWS 271 Siswa MAN 2 Rembang Diduga Keracunan MBG, Perut Terasa Mual dan Muntah
Korwil SPPG Blora, Artika Diannita, mengatakan pihaknya akan tetap mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku dalam menangani kejadian tersebut.
Laporan terkait kejadian akan disampaikan kepada KPPG untuk kemudian diteruskan kepada Direktorat Pengawasan (Dirtawas) Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kalau kita tetap sesuai dengan regulasi. Ketika kita ada kejadian, kita membuat laporan dan dikirimkan ke KPPG, kemudian ke Dirtawas BGN dan selanjutnya akan mendapatkan tindakan," ujar Artika, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, untuk kasus yang masuk kategori kejadian fatal (KF), operasional SPPG akan dihentikan.
Namun, terkait apakah penghentian tersebut bersifat sementara atau permanen, pihaknya masih menunggu keputusan dari BGN.
"(Apakah akan ditutup permanen?)Belum tahu juga. Yang pasti kalau kejadian KF (Kejadian Fatal), kita berhenti," katanya.
Artika menegaskan, dirinya secara pribadi sebagai Korwil SPPG Blora merekomendasikan agar SPPG Sukorejo 2 ditutup.
Hal tersebut bukan tanpa alasan. SPPG tersebut disebut telah beberapa kali mendapatkan aduan terkait berbagai persoalan.
"Iya, jika SPPG-nya sudah beberapa kali mendapatkan kejadian atau hal-hal yang tidak mengenakkan seperti ini, ya harusnya sih ditutup saja. Karena sudah beberapa kali ada aduan," tegasnya.
Artika kemudian mengungkap salah satu persoalan yang sebelumnya pernah dikeluhkan terkait operasional SPPG tersebut.
Menurutnya, sebelumnya terdapat persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang disebut sampai berdampak terhadap lingkungan.
"Kalau yang kemarin itu terkait dengan IPAL nya, sampai mencemari lingkungan. Terus ini yang paling fatal," ungkapnya.
Dengan rincian 133 siswa, satu guru, serta tiga siswa yang tidak masuk sekolah karena diare.
Keluhan yang dialami di antaranya mules, diare, dan pusing.
Baca juga: Bupati Klaten Cek Dapur MBG Usai 64 Siswa Diduga Keracunan, Temukan Hal yang Perlu Dievaluasi
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini, juga menyatakan akan mengusulkan penutupan SPPG Sukorejo 2.
Menurut Sri, SPPG tersebut telah dua kali mendapatkan peringatan dan kejadian terbaru menjadi peringatan yang ketiga.
"Ya kami mau enggak mau harus mengusulkan tutup," tegas Sri Setyorini.
Pihaknya menjelaskan keputusan penutupan permanen berada di pemerintah pusat.
Sementara Satgas di daerah akan menyampaikan usulan penutupan berdasarkan kejadian yang terjadi.(Iqs)