5 Wartawan Hilang Kontak saat Meliput GAK Sempat Komunikasi dengan Jurnalis Lampung
Robertus Didik Budiawan Cahyono September 08, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Banten - Lima wartawan atau jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda sempat komunikasi dengan jurnalis asal Lampung.

Baca juga: 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Bahkan komunikasi dengan jurnalis Lampung ini disebut sebagai yang terakhir dengan rombongan wartawan asal Banten tersebut sebelum hilang kontak.

Hal itu diungkap oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten setelah menerima laporan mengenai hilangnya kontak speedboat yang membawa lima jurnalis meliput aktivitas GAK di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menerima laporan mengenai hilang kontak speedboat tersebut pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB. 

Kapal diketahui bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Lima jurnalis yang telah teridentifikasi dalam laporan awal yakni :

  1. M. Bagus Khoirunnas dari Antara,
  2. Ari Basuki dari Merdeka,
  3. Yudhis dari iNews,
  4. Daus dari Anadolu,
  5. serta Donal (freelance).

Speedboat itu diketahui terakhir berkomunikasi dengan jurnalis Lampung bernama Abay pada Senin sekitar pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah satu penumpang mengirimkan titik lokasi terakhir kapal.

Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan kapal terputus. Hingga Selasa sore, keberadaan speedboat beserta para penumpang masih belum diketahui.

Berdasarkan laporan awal Basarnas, terdapat delapan orang di dalam speedboat tersebut. Selain lima jurnalis yang telah teridentifikasi, tiga orang lainnya masih dalam proses pendataan.

Lokasi dugaan terakhir kapal berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, pada koordinat 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T. 

Lokasi itu diperkirakan berjarak 9,98 nautical mile dari RIB 02 Banten, dengan waktu tempuh sekitar 40 menit.

Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang telah melakukan pengecekan ke Dermaga Pagedongan. 

Dari informasi yang diperoleh, speedboat milik Kepala Desa Carita tersebut berangkat pada Senin siang dan hingga saat ini belum kembali.

Pemilik kapal juga belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan kapal maupun kru yang berada di dalamnya.

Tim Rescue USS Pandeglang kemudian bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian. Operasi SAR melibatkan enam personel Tim Rescue USS Pandeglang, Polairud Pandeglang, serta pemilik kapal.

Sejumlah peralatan dikerahkan dalam pencarian, termasuk RIB 02 Banten, peralatan SAR air, peralatan medis, komunikasi, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Kondisi cuaca di wilayah perairan Selat Sunda dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot, sedangkan ketinggian gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

Admin Basarnas Banten menyampaikan saat ini pihaknya tengah melakukan pencarian. "Masih pencarian pak," tulisnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (8/9/2026).

Sementara itu, Kabiro Antara Banten, Bayu, membenarkan informasi tersebut. "Iya benar hilang kontak," singkatnya.

Desi, Istri M. Bagus Khoirunnas, sampai pukul 17.00 WIB, masih menantikan kabar pencarian suaminya. (*)

Baca Selengkapnya Breaking News, 5 Jurnalis Hilang Kontak Liputan Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Banten Masih Mencari

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.