Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Pembangunan industri hilirisasi kelapa di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, turut mendapat dukungan melalui pelayanan kepabeanan Bea Cukai Morowali.
Sebanyak 38 dokumen impor telah dilayani Bea Cukai Morowali untuk mendukung pembangunan proyek hilirisasi kelapa milik PT FreeNow Food Industry di Kawasan Industri PT IHIP, Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat.
Total nilai barang impor yang masuk untuk kebutuhan pembangunan proyek tersebut mencapai lebih dari Rp158 miliar.
Barang-barang yang diimpor meliputi berbagai kebutuhan pembangunan dan operasional pabrik, seperti bahan bangunan prefabrikasi, conveyor, kendaraan hingga mesin produksi.
Kepala Bidang Fasilitas Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Adeltus Lolok, mengatakan pihaknya akan terus memberikan dukungan terhadap investasi dan pengembangan industri di Morowali.
“Bea Cukai akan terus memberikan dukungan berupa pelayanan dan fasilitas fiskal agar investasi dan industri dapat terus berkembang dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Morowali,” ujar Adeltus Lolok.
Baca juga: Praperadilan Ditolak, Kuasa Hukum Rafiq Al Amri Tegaskan Siap Bertarung di Pokok Perkara
Dukungan pelayanan kepabeanan tersebut diberikan seiring mulai berkembangnya industri berbasis komoditas perkebunan di Morowali.
Selama ini, sektor pertambangan, khususnya industri nikel, menjadi salah satu sektor yang mendominasi perkembangan industri di daerah tersebut.
Sementara itu, Presiden Direktur PT FreeNow Food Industry, Mr Zhang Kai, mengapresiasi pelayanan Bea Cukai Morowali selama proses pembangunan pabrik.
Menurutnya, pelayanan tersebut membantu kelancaran pemasukan berbagai kebutuhan pembangunan sehingga proses pembangunan industri hilirisasi kelapa dapat berjalan dengan baik.
Pabrik hilirisasi kelapa PT FreeNow Food Industry resmi diperkenalkan dalam peresmian yang digelar di Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Senin (7/9/2026).
Kehadiran industri tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas diversifikasi ekonomi Morowali, khususnya melalui pengolahan komoditas kelapa menjadi produk bernilai tambah.
Selain mendukung hilirisasi sektor perkebunan, keberadaan pabrik ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan memperkuat sektor industri nonpertambangan di Morowali.(*)