Ganti Rugi Proyek Flyover Gedangan Sidoarjo Bisa Segera Cair, Pengukuran Lahan Resmi Dimulai
Dyan Rekohadi September 08, 2026 08:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo bersama BPN secara resmi mengawali proses pengukuran dan pemetaan terhadap 122 bidang lahan yang masuk dalam area pengerjaan proyek Flyover Gedangan.

Tim gabungan mematok target tinggi agar pemetaan fisik tanah calon area pembebasan itu bisa rampung sebanyak 20 hingga 25 bidang setiap harinya.

Langkah percepatan ini menjadi tahapan krusial bagi pemerintah daerah sebelum melanjutkan proses penentuan nilai ganti rugi atau appraisal oleh tim independen.

Baca juga: Empat Bidang Lahan Flyover Gedangan Belum Tuntas, Pemkab Sidoarjo Siapkan Konsinyasi

 

Kucurkan Anggaran Ratusan Miliar

Pemkab Sidoarjo menegaskan komitmennya agar seluruh alur administrasi dan teknis berjalan cepat demi kepentingan masyarakat.

"Setelah pengukuran dan pemetaan selesai, akan dilanjutkan dengan appraisal, kami ingin prosesnya segera berjalan sehingga pembayaran ganti rugi kepada masyarakat tidak molor," ujar Bupati Sidoarjo Subandi, Selasa (8/9/2026).

Demi menyukseskan proyek pengurai kemacetan itu, Pemkab Sidoarjo telah mengalokasikan dana segar mencapai Rp 225 miliar dalam APBD 2026.

Pemerintah daerah juga siap mengalokasikan tambahan anggaran pada APBD 2027 apabila masih terdapat kebutuhan pembebasan tanah yang belum terpenuhi.

Baca juga: Flyover Gedangan Sidoarjo Segera Dibangun, 122 Bidang Tanah Masuk Verifikasi BPN

PENGUKURAN  - Petugas Pemkab Sidoarjo dan BPN mulai melakukan pengukuran lahan terdampak pembangunan Flyover Gedangan, Selasa (8/9/2026). Proses pembebasan terus dikebut, ditargetkan selesai di akhir 2026.
PENGUKURAN - Petugas Pemkab Sidoarjo dan BPN mulai melakukan pengukuran lahan terdampak pembangunan Flyover Gedangan, Selasa (8/9/2026). Proses pembebasan terus dikebut, ditargetkan selesai di akhir 2026. (Surya.co.id/M Taufik)

 

 

Sasar Jalur Utama dan Fasilitas Umum

Pengukuran lahan dilakukan bertahap menyusuri jalur utama proyek mulai dari persimpangan hingga merembet ke sisi utara dan timur kawasan.

Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo, M Makhmud, menegaskan bahwa percepatan pengukuran sangat penting agar tahap pembebasan tidak terhambat.

“Pengukuran dilakukan bertahap, target kami sekitar 20 sampai 25 bidang setiap hari, kita terus berupaya agar percepatan pembebasan lahan ini bisa segera tuntas,” kata Makhmud.

Proses pendataan menunjukkan bahwa area terdampak tidak hanya mengenai pemukiman warga, melainkan juga sejumlah bangunan fasilitas umum.

Beberapa aset publik yang masuk dalam peta pembebasan meliputi area Balai Desa Gedangan, bekas gedung UPTD, hingga Kantor Polsek Gedangan.

Pembangunan Flyover Gedangan diproyeksikan menjadi kunci utama untuk memutus rantai kemacetan kronis di jalur penghubung Surabaya-Sidoarjo.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.