Kepolisian India Ringkus Dua Pria Bersenjata yang Terobos Pengamanan PM Narendra Modi di Mumbai
Whiesa Daniswara September 08, 2026 08:36 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kepolisian Mumbai mengamankan dua orang pria bersenjata api di lokasi acara yang akan dihadiri oleh Perdana Menteri India Narendra Modi pada Selasa (8/9/2026). 

Insiden penerobosan pengamanan ini terjadi di pusat kebudayaan Nita Mukesh Ambani Cultural Centre (NMACC) yang terletak di kawasan Bandra Kurla Complex, Mumbai, hanya beberapa jam sebelum kedatangan Narendra Modi.

Hal ini menjadi sorotan mengingat area NMACC sendiri memang rutin dikenakan pengamanan ketat saat kunjungan pejabat tinggi atau acara besar.

Mengingat tingkat keseriusan masalah tersebut, Kepolisian Mumbai langsung menginterogasi kedua pria yang ditangkap.

Penangkapan ini dilakukan guna mengungkap motif mereka nekat memasuki lokasi acara dengan membawa senjata api sekaligus penyelidikan terkait cara mereka menerobos pengamanan ketat di NMACC. 

Mengutip dari NDTV, Penanganan kasus ini kini telah diambil alih sepenuhnya oleh Divisi Kriminal Kepolisian Mumbai (Mumbai Crime Branch).

Saat ini, pihak berwenang sedang memeriksa telepon genggam, dokumen identitas, serta barang-barang bawaan lainnya milik kedua pelaku seperti identitas pengenal palsu.

Kepolisian memastikan bahwa langkah hukum lanjutan akan segera diambil setelah seluruh tuduhan diverifikasi secara tuntas selama proses investigasi berlangsung.

Baca juga: Tarik Kunjungan Turis Asal India, Kemenpar Kenalkan Potensi Wisata di Luar Bali

Kronologi Penangkapan

Kepolisian Mumbai mengungkapkan bahwa pada awalnya mereka mendapati salah satu dari dua pria yang ditangkap kedapatan membawa senjata api. 

Kecurigaan bermula ketika seorang pria terlihat bergerak secara mencurigakan di area venue yang akan dihadiri Narendra Modi tersebut. 

Setelah petugas mengamankan pria tersebut beserta pengawalnya yang membawa senjata api, terungkap bahwa pria berusia 24 tahun bernama Rohan Parekh.

Parekh berhasil memasuki area netral tersebut setelah dirinya sempat mengaku sebagai pejabat dari Kantor Perdana Menteri India (PMO). 

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan identitas, ia terbukti membawa kartu pengenal PMO palsu.

Penahanan ini sontak memicu status siaga pengamanan tingkat tinggi menjelang kedatangan PM Modi.

Peresmian Konferensi Global Fintech Fest 2026

Di tengah ketatnya pengamanan pasca-insiden tersebut, PM Narendra Modi tetap dijadwalkan hadir untuk membuka Global Fintech Fest (GFF) 2026.

GFF merupakan salah satu konferensi teknologi finansial tahunan terbesar dan paling berpengaruh di dunia.

Edisi ketujuh ini digelar dari 8 hingga 11 September 2026 di Jio World Centre dan area terkait termasuk NMACC, Mumbai.

Pertemuan akbar yang dirancang berlangsung selama empat hari ini mengusung tema berjudul “Potensi untuk Berdampak: AI Agen, Tokenisasi, Kuantum - Sistem yang Tepercaya, Terhubung, dan Global untuk Keuangan Inklusif” (Potential to Impact: Agentic AI, Tokenisation, Quantum - Trusted, Connected, Global Systems for Inclusive Finance).

Melalui ajang ini, para pemimpin dan inovator global berkumpul untuk membahas arah perkembangan ekosistem keuangan digital masa depan, termasuk fokus pada AI agen, tokenisasi, teknologi kuantum, serta sistem keuangan inklusif yang tepercaya dan terhubung secara global.

PM Modi sendiri dijadwalkan meresmikan acara sekitar pukul 17.45 waktu setempat dan menyampaikan pidato di hadapan para delegasi.  

(Tribunnews.com/Bobby)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.