TRIBUNWOW.COM - Politisi Ferdinand Hutahaean mengkritisi pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat.
Ferdinand mengaku telah menyimak pidato AHY. Menurutnya, materi yang disampaikan masih bersifat normatif dan tidak banyak menawarkan hal baru.
Ia menilai pola pidato tersebut masih serupa dengan pernyataan-pernyataan Partai Demokrat sebelumnya.
Ferdinand menyampaikan kritik itu melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (8/9/2026).
"Saya melihatnya terlalu normatif, terlalu template, tidak ada yang berubah," ujar Ferdinand.
Ia menilai pembahasan mengenai kedekatan dengan rakyat dan upaya mendorong kemajuan ekonomi masyarakat masih terlalu umum. Terlebih, menurut Ferdinand, kondisi bangsa saat ini membutuhkan sikap politik yang lebih konkret.
Ferdinand juga menyoroti tidak adanya pembahasan mengenai RUU Perampasan Aset dalam pidato AHY.
"Yang pertama, saya tidak mendengar Agus Harimurti Yudhoyono bicara tentang RUU Perampasan Aset," katanya.
Selain itu, Ferdinand menilai AHY perlu menyampaikan sikap Partai Demokrat terkait dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir periode pertamanya.
Menurut Ferdinand, pernyataan tersebut penting di tengah munculnya isu mengenai dinamika politik dan wacana yang disebut dapat mengganggu keberlangsungan pemerintahan Prabowo.
"Secara politik kebangsaan, pidato itu menurut saya standar biasa saja," pungkas Ferdinand.