Aset Keuangan Syariah RI Capai Rp 3.131 Triliun, Aceh Jadi Role Model
Sanusi September 08, 2026 08:36 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.

Menurut Airlangga, aset keuangan syariah Indonesia saat ini telah mencapai Rp3.131 triliun. Indonesia pun disebut berada dalam kelompok lima besar negara dengan perkembangan keuangan syariah terbesar, bersama Malaysia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Bahrain.

Baca juga: Perkuat Transaksi Digital Syariah, Bank BSN Sasar Merchant UMKM

"Aset keuangan syariah sudah mencapai Rp3.131 triliun dan berada di posisi empat besar bersama Malaysia, UAE, Arab Saudi, dan Bahrain," ujar Airlangga di Kemenko Perekonomian, Selasa (8/9/2026).

Selain itu, potensi dana yang berasal dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF juga mencapai sekitar Rp343 triliun setiap tahunnya.

Potensi ekonomi syariah Indonesia juga terlihat dari perkembangan industri halal. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report, sektor fesyen muslim Indonesia menempati peringkat pertama di dunia.

Sementara itu, nilai belanja konsumen muslim global mencapai Rp2,6 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp3,56 triliun pada 2029.

Airlangga mengatakan daya saing ekonomi syariah Indonesia terus diperkuat melalui jaminan produk halal sesuai mandat Undang-Undang Jaminan Produk Halal.

"Dan sertifikasi halal telah mencakup Rp4,4 juta sertifikat bagi Rp3,47 juta pelaku usaha dan Rp14,68 juta produk. Dan dengan 39 negara sudah menjalin Mutual Recognition Agreement," tegas Airlangga.

Dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, Airlangga menyoroti Provinsi Aceh sebagai salah satu daerah yang dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia.

Baca juga: IHSG Ditutup Melemah 0,25 Persen ke Level 6.619, Indeks Syariah Lawan Tren dengan Penguatan Tipis

Menurut dia, Aceh telah memiliki ekosistem keuangan syariah yang relatif lengkap, mulai dari sektor perbankan, lembaga keuangan non-bank, hingga keuangan sosial syariah melalui Baitulmal.

"Salah satu role model keuangan yang kita potret oleh pemerintah adalah di Provinsi Aceh. Jadi kita lihat di Aceh ada role model keuangan syariah yang lengkap, sinergi sektor perbankan, lembaga keuangan non-bank, dan keuangan sosial," tutur dia. 

Total aset bank umum syariah di Aceh telah mencapai Rp65,05 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga atau simpanan masyarakat di perbankan syariah Aceh juga tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional, yakni mencapai 15,65 persen.

Sementara itu, pembiayaan perbankan syariah di Aceh tumbuh sekitar 11 persen. Tingkat pembiayaan bermasalah atau non-performing financing juga berada di bawah rata-rata nasional, yakni sebesar 2,16 persen.

Airlangga menambahkan, tingkat inklusi keuangan syariah di Aceh telah mencapai 72 persen. Adapun tingkat literasi keuangan syariahnya mencapai 65,18 persen dan menjadi yang tertinggi di tingkat nasional.

"Jadi tentu yang ini bisa menjadi model untuk berbagai daerah yang lain. Dan literasi keuangannya di angka 65,18 persen. Ini tertinggi di level nasional," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.