TRIBUNNEWS.COM - Kepastian Persija Jakarta saat menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), masih menjadi tanda tanya.
Pasalnya, hingga Selasa (8/9) atau empat hari sebelum pertandingan, Persija belum mendapatkan izin resmi untuk menggelar laga tersebut di Jakarta.
Adapun duel panas pekan kedua Super League bertajuk El Clasico Indonesia tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9/2026) pukul 15.30 WIB.
Namun belum keluarnya izin keamanan menimbulkan pertanyaan besar, akankah Persija kembali menjadi tim musafir saat menjamu Persib bandung?
Potensi Persija kembali cukup terbuka, apalagi SUGBK saat ini sedang menjalani perawatan jelang FIFA ASEAN Cup 2026 pada 21 September hingga 5 Oktober 2026 mendatang.
Bermain di luar Jakarta tentu bukan situasi ideal bagi Macan Kemayoran, terlebih pertandingan ini merupakan laga kandang dan memiliki gengsi yang sangat tinggi.
Yang membuat situasinya semakin menarik, Persija memang sudah cukup lama tidak bisa menjamu Persib di Jakarta.
Terakhir kali Persija menjamu Persib di Jakarta terjadi pada 10 Juli 2019.
Ketika itu, kedua tim bermain imbang 1-1 di SUGBK.
Setelah pertandingan tersebut, Persija tidak lagi bisa menjadikan Jakarta sebagai venue saat berstatus tuan rumah melawan rivalnya.
Bahkan pada musim lalu, Persija juga harus menjalani laga kandang tanpa penonton di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Ironisnya, selama menjadi tim musafir, Persija hanya mampu meraih satu kemenangan, dua kali imbang dan dua kali kalah saat menjamu Persib.
Berikut hasil pertemuan terakhir kedua tim saat Persija menjadi tuan rumah:
Baca juga: Persija vs Persib, Shin Tae-yong Janjikan Performa Macan Kemayoran Lebih Garang
Situasi tersebut ternyata membuat pelatih Persija, Shin Tae-yong, terkejut.
Pelatih asal Korea Selatan itu mengaku baru mengetahui bahwa Persija sudah tujuh tahun tidak pernah menjamu Persib di Jakarta.
Shin bahkan mempertanyakan mengapa timnya harus terus mencari venue lain ketika berstatus tuan rumah.
"Itu hal yang tidak saya ketahui. Bukankah sudah sewajarnya kita main di GBK? Sampai detik ini yang saya tahu, kami pasti main di GBK," ujar Shin Tae-yong di Persija Training Ground, Bojongsari, Depok, Selasa (8/9/2026).
Bagi Shin, pertandingan yang sudah tercantum dalam jadwal kompetisi seharusnya memiliki kepastian.
Menurutnya, jadwal yang dirilis sejak awal musim merupakan bentuk komitmen antara klub, operator kompetisi, dan suporter.
"Kalau tiba-tiba itu bisa diubah begitu saja dalam semalam, itu artinya kita mengingkari janji satu sama lain," tegasnya.
Shin tidak sekadar ingin Persija bermain di Jakarta.
Ia ingin kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk meraih kemenangan atas Persib.
"Kami harus meraih kemenangan ini. Kami harus mengambilnya," kata Shin.
Namun, ketika mengetahui fakta bahwa Persija sudah tujuh tahun selalu menjadi tuan rumah di luar Jakarta saat menghadapi Persib, Shin langsung mempertanyakan aspek keadilan.
"Tapi tunggu, itu artinya selama tujuh tahun kita terus bertanding away dan tidak pernah sekalipun main di kandang?" ujar Shin dengan nada heran.
Shin Tae-yong bahkan melontarkan pernyataan yang cukup tegas.
Jika Persija tidak diperbolehkan menjamu Persib di Jakarta, menurutnya perlakuan serupa juga seharusnya berlaku ketika Persib menjadi tuan rumah.
"Kalau begitu ceritanya, seharusnya saat giliran tandang, Persib Bandung juga bermain di tempat lain dong," ujarnya.
Bagi Shin, persoalan tersebut bukan semata-mata soal keuntungan bermain di kandang.
Ia melihatnya sebagai persoalan prinsip dalam olahraga.
"Pola pikir saya dalam olahraga selalu bahwa olahraga itu harus fair play (adil). Kita tidak boleh memberikan keuntungan sepihak kepada tim mana pun."
"Kedua tim harus selalu bertanding secara adil dan dalam kondisi yang sama persis. Itulah semangat olahraga yang sesungguhnya," tutupnya.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama/Abdul Majid)