SURYA.CO.ID MADIUN - Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memperoleh sertifikat merek Kelas 41 atas nama organisasi. Sertifikat dengan nomor registrasi IDM001503116 tersebut diterbitkan pada 4 September 2026.
Ketua Umum PSHT Muhammad Taufiq mengatakan terbitnya sertifikat tersebut semakin melengkapi aspek legalitas organisasi PSHT.
"Syukur alhamdulillah semua perangkat legalitas hukum tentang PSHT ini nyaris selesai. Yang terakhir tadi, hak merek kelas 41 yang selama ini jadi sumber kegaduhan sudah dimiliki kembali oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate," kata Taufiq ditemui di Hotel Setia Budi, Jalan Mangga, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Selasa (8/9/2026).
Taufiq menjelaskan, Kelas 41 mencakup kegiatan pendidikan dan pelatihan, termasuk penyelenggaraan kegiatan yang berkaitan dengan pencak silat.
Baca juga: 104 Tahun PSHT, Pengajian di Madiun Angkat Pesan Keberagaman dan Persaudaraan
"Semua badan hukum sudah lengkap, semua hak merek sudah kita miliki, sehingga tidak ada alasan lagi kita untuk melanjutkan perselisihan yang tidak produktif," katanya.
Selain menyampaikan soal legalitas merek, Taufiq mengungkapkan PSHT akan menggelar Parapatan Luhur (Parluh) pada 25-27 September 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Padepokan PSHT di Jalan Merak, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Taufiq mengatakan seluruh materi dan persiapan untuk pelaksanaan Parluh telah disiapkan. Ia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan kembali pihak-pihak yang selama ini memiliki perbedaan pandangan.
"Kita berharap melalui Parapatan Luhur ini sebagai media untuk duduk bareng, rembugan bareng, bagaimana organisasi SH Terate ini bisa kita kembangkan ke depan dengan cara yang lebih baik," ujarnya.
Baca juga: Keruh dan Berbusa, Gempar Jatim Demo PAM Surya Sembada Tuntut Kompensasi 50 Persen
Terkait rencana pelaksanaan Parluh, Taufiq mengaku koordinasi dengan sejumlah pejabat dan jajaran kepolisian telah dilakukan saat pelantikan Ketua Umum PB IPSI yang baru, Sugiono, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI.
Dalam kesempatan tersebut, PSHT telah berbicara langsung dengan Wakapolri dan Kabaintelkam. Selain itu, proses perizinan di tingkat Polda maupun Polres setempat juga tengah berjalan.
Untuk tamu undangan, Taufiq mengatakan sejumlah pejabat dan tokoh telah diundang, termasuk Sugiono serta sejumlah perguruan historis dan perguruan besar.
Di tengah dinamika organisasi yang ada, ia optimistis Parapatan Luhur dapat terlaksana di Madiun.
"Insyaallah, insyaallah optimis," kata Taufiq.