TRIBUNNEWS.COM - Ketika sedang meringkuk di sofa dengan tisu memenuhi hidung atau terbaring di tempat tidur sambil memegang ember karena mual, hal terakhir yang biasanya terpikirkan adalah minuman apa yang sebaiknya dikonsumsi.
Namun, anggapan umum menyebutkan bahwa cairan yang diminum dapat memengaruhi seberapa cepat tubuh pulih.
Ada banyak pilihan minuman sehat yang terlintas di pikiran, seperti teh jahe, jus jeruk, atau bahkan minuman elektrolit berwarna mencolok.
Namun, untuk mengetahui pilihan terbaik, dua pakar kesehatan dimintai pendapat mengenai satu minuman yang sebaiknya dikonsumsi saat sakit dan dianggap paling unggul dibandingkan pilihan lainnya. Menariknya, keduanya memberikan jawaban yang sama: air putih.
Mengutip realsimple.com, pakar yang dimintai pendapat adalah Dr. Mariam Zakhary, DO, dokter kedokteran olahraga sekaligus penasihat klinis di Ikon Recovery Center, serta Dr. Matthew Heller, DO, dokter keluarga dan profesor madya di New York Institute of Technology College of Osteopathic Medicine.
“Saya percaya bahwa hal terpenting untuk diminum ketika sedang sakit adalah air putih,” kata Mariam Zakhary, DO.
Menurut Zakhary, ketika seseorang mengalami pilek, flu, alergi, atau infeksi lainnya, tubuh dapat kehilangan banyak cairan sekaligus mengalami peningkatan kebutuhan metabolisme untuk melawan penyakit. Karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting untuk mencegah dehidrasi yang dapat berdampak buruk terhadap proses pemulihan.
Zakhary menjelaskan bahwa gejala seperti berkeringat, demam, muntah, dan diare dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan serta elektrolit sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.
Baca juga: 13 Makanan Kaya Air yang Bisa Bantu Cegah Dehidrasi, Ada Mentimun hingga Semangka
“Dehidrasi dapat membuat lendir menjadi lebih kental dan mengganggu sirkulasi, sehingga sel-sel kekebalan tubuh lebih sulit mencapai lokasi infeksi dan membersihkan bakteri atau virus yang menjadi penyebab infeksi,” ujarnya.
Pesannya cukup jelas: air putih merupakan dasar penting dalam proses pemulihan. Pendapat tersebut juga disampaikan Matthew Heller, DO.
“Meski berbagai jenis cairan dapat membantu mengatasi gejala tertentu yang dialami seseorang, salah satu cairan terpenting untuk diminum ketika sakit adalah air putih,” kata Heller.
Menurut Heller, air putih penting untuk kesehatan sehari-hari dan dapat membantu mencegah dehidrasi ketika sistem kekebalan tubuh bekerja melawan infeksi.
Kebutuhan air setiap orang memang berbeda. Namun, ketika sakit, kebutuhan cairan dapat meningkat, terutama jika tubuh kehilangan banyak cairan akibat berkeringat, diare, atau muntah.
“Selain menggantikan cairan yang hilang ketika sakit, ada banyak manfaat lain dari minum air putih,” kata Heller. Berikut beberapa manfaatnya.
Menjaga Volume Darah
Memenuhi kebutuhan cairan membantu tubuh bekerja dengan baik hingga tingkat sel. Menurut Zakhary, hidrasi yang cukup berpotensi membantu memperpendek waktu pemulihan selama sakit.
Lantas, apa yang sebenarnya dilakukan air putih?
Menjaga tubuh tetap terhidrasi membantu mempertahankan volume darah dan memastikan oksigen, nutrisi, elektrolit, serta sel-sel kekebalan tubuh dapat disalurkan ke jaringan. Sirkulasi yang baik memungkinkan tubuh mengirimkan pertahanan ke bagian yang paling membutuhkannya.
Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh
Minum air yang cukup berkaitan erat dengan kemampuan tubuh dalam melawan penyakit. Zakhary merujuk pada penelitian yang menjelaskan hubungan antara hidrasi dan sistem kekebalan tubuh.
Salah satu penelitian dalam The Journal of Applied Physiology menemukan bahwa dehidrasi dapat meningkatkan kadar kortisol. Menurut Zakhary, kondisi tersebut dapat menekan fungsi sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.
Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal iScience menemukan bahwa pembatasan asupan air dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus dan mengurangi jumlah sel kekebalan tubuh. Keduanya berperan penting dalam respons tubuh terhadap infeksi.
Ketika tubuh mendapatkan cukup cairan, lingkungan di dalam usus menjadi lebih stabil dan pertahanan kekebalan tubuh dapat bekerja lebih efektif.
Membantu Mengatur Suhu Tubuh dan Aliran Limfatik
Air mendukung berbagai fungsi tubuh, mulai dari sirkulasi hingga pengaturan suhu.
“Minum air membantu menjaga aliran limfatik, yang penting untuk transportasi sel-sel kekebalan tubuh,” kata Zakhary.
Air juga membantu ginjal membuang limbah dan produk sampingan peradangan dari darah yang dihasilkan selama tubuh melawan infeksi.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga dapat membantu mengatur suhu tubuh dan metabolisme energi, yang kerap terganggu ketika seseorang sedang sakit.
“Ketika mengalami demam, air menggantikan cairan yang hilang dan mendukung pengaturan suhu tubuh, yang penting bagi metabolisme sel serta respons kekebalan tubuh,” tambah Zakhary.
Mencegah Kram Otot dan Sembelit
Saat sedang sakit, munculnya gejala tambahan akibat dehidrasi tentu menjadi hal yang tidak diinginkan.
Menurut Heller, minum air membantu menjaga usus besar tetap terhidrasi sehingga dapat mencegah sembelit.
Asupan air yang cukup juga membantu menjaga otot tetap terhidrasi sehingga dapat mencegah kram. Selain itu, air membantu menjaga ginjal tetap terhidrasi dan dapat membantu mencegah batu ginjal serta infeksi.
Membantu Memperbaiki Suasana Hati
Menempatkan sebotol atau teko air di dekat tempat tidur selama sakit juga mungkin membantu mengurangi rasa lemas dan tidak nyaman.
“Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat meningkatkan fungsi kognitif dan suasana hati,” kata Zakhary.
Menurutnya, dehidrasi ringan sekalipun telah dikaitkan dengan gangguan pada memori jangka pendek, kemampuan berkonsentrasi, kewaspadaan, dan pengaturan suasana hati.
Cara Membuat Air Putih Lebih Nikmat Saat Sakit
Minum lebih banyak air ketika sakit memang penting, tetapi air putih terkadang tidak mudah diminum, terutama ketika tenggorokan atau perut terasa tidak nyaman.
Untuk membuat air lebih mudah diminum ketika mengalami sakit tenggorokan, cobalah menambahkan sedikit perasan lemon dan madu. Madu dapat melapisi tenggorokan, sedangkan lemon memberikan rasa yang membuat air lebih mudah dinikmati. Lemon juga mengandung sedikit vitamin C.
Jika mengalami mual, beberapa irisan mentimun atau potongan jahe dapat ditambahkan ke dalam air. Keduanya dapat membuat air lebih mudah ditoleransi, terutama ketika nafsu makan sedang menurun.
Mentimun memiliki rasa yang menyegarkan dan memberikan sensasi dingin yang mungkin terasa menenangkan. Sementara itu, jahe dikenal dapat membantu meredakan gangguan pencernaan.
Secara anekdot, air hangat mungkin terasa lebih nyaman ketika sedang pilek. Sebaliknya, air yang lebih dingin, tetapi tidak terlalu dingin, mungkin lebih mudah diminum ketika mengalami gangguan pencernaan.
Dalam kondisi apa pun, sebaiknya minum air sedikit demi sedikit tetapi lebih sering, daripada langsung menenggak dalam jumlah banyak. Cara ini dapat membantu menghindari iritasi pada tenggorokan yang sakit atau membebani lambung yang sedang sensitif.
(*)