Massa Geruduk Mapolres Tasikmalaya Kota Akibat Oknum Polisi Acungkan Jari Tengah
ferri amiril September 08, 2026 10:04 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Massa aksi tergabung dari Cipayung Plus Kota Tasikmalaya dan Poros Pelajar menggeruduk Polres Tasikmalaya Kota, terkait penegakan terhadap maraknya geng motor, Kamis (8/9/2026) sore.

Aksi ini dilakukan menyusul, meninggalnya seorang remaja yang diduga dianiaya sekelompok pemotor terjadi pada Minggu (30/8/2026) lalu.

Pantauan di lapangan, massa aksi tidak bertemu dengan Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andik Eko Siswanto dan hanya dihadiri Wakapolres dan unsur jajaran Polres Tasikmalaya Kota.

Bahkan aksi mulai memanas saat akan membakar ban di depan gerbang Mapolres Tasikmalaya Kota karena salah satu anggota Polres Tasikmalaya Kota sempat berselisih dengan massa aksi.

Sampai akhirnya anggota polisi tersebut ditarik ke dalam supaya kondisi meredam.

Baca juga: Kota Tasikmalaya Terima 220 Becak Listrik dari Presiden Prabowo Subianto

Alih-alih akan membubarkan diri, massa aksi kembali memanas, karena ada oknum anggota polisi diduga mengacungkan jari tengah yang berada di dalam Mapolres.

Sontak, kejadian tersebut membuat kondisi kembali memanas dan massa aksi meneriaki oknum tersebut hingga menaiki pagar Mapolres Tasikmalaya Kota.

Tidak berhenti disitu, massa pun mendorong anggota polisi yang berjaga dan ingin masuk untuk mencari keberadaan oknum polisi yang mengacungkan jari tengah.

Sampai akhirnya massa bisa masuk lewat gerbang kedua di sisi kiri, tetapi sempat tertahan oleh barisan anggota Polres Tasikmalaya Kota yang berjaga.

Aksi sempat mereda usai Wakapolres Tasikmalaya Kota berjanji akan mencari oknum anggota polisi yang diduga mengacungkan jari tengah ke puluhan aksi massa.

"Kita lakukan aksi ini biasa, tapi kenapa ada anggota polisi yang mengacungkan jari tengah kepada kami, secepatnya bikin klarifikasi," ucap Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya Ilham Ramdani saat di depan puluhan Polisi yang berjaga depan gerbang Mapolres Tasikmalaya Kota.

Bahkan, massa aksi meminta waktu secepatnya dan meminta Wakapolres mencari oknum anggota polisi untuk dihadirkan.

"Kami minta Pak Wakapolres supaya mencari anggotanya, dan kami beri waktu 1x24 jam karena nanti bakal kembali datang ke sini," tegasnya.

Sementara itu, Korlap aksi Teni Ramdani menuturkan, kedatangan massa aksi ini menuntut keamanan Kamtibmas yang menyeluruh supaya masyarakat terjaga keamanannya.

"Situasi Kamtibmas diciptakan tidak hanya oleh masyarakat saja, tapi daerah dari Polres, DPRD dan Pemerintah Kota untuk menyelesaikan permasalahan di Kota Tasikmalaya," jelas Teni.

Soal adanya kejadian tadi gestur kurang baik oleh oknum polisi, ia mengaku sangat disayangkan dan ini akan terus dikawal sampai tuntas.

"Jadi kami tadi ingin beranjak dari polres ke DPRD, tapi ada satu sampai tiga personel polres yang mengacungkan jari tengah, gestur tidak baik ke demonstran. Dan itu merupakan tindakan yang kami kecam," keluhnya.

Pihaknya juga sudah melakukan mediasi dengan Wakapolres untuk segera menemukan oknum polisi supaya melakukan klarifikasi.

"Bahwasanya dalam 1x24 jam pelaku atau oknum tersebut tidak bisa menemui massa aksi, kami akan lakukan kembali. Karena mau tidak mau ini negara hukum, mekanisme harus ditempuh," kata Teni.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.