Warga Siantan Utara Anambas Salat Istisqa Berdoa Meminta Hujan
Septyan Mulia Rohman September 08, 2026 10:07 PM


TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS -
Musim kemarau yang melanda Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. 

Cuaca panas dan minimnya hujan membuat sebagian masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut mendorong masyarakat Kecamatan Siantan Utara kembali melaksanakan sholat istisqa atau sholat meminta hujan, Selasa (8/9/2026).

Sholat istisqa digelar di Lapangan Alim Sidi, Desa Mubur.

Jarak lurus dari Desa Mubur (Kecamatan Siantan Utara) menuju Tarempa, pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Anambas (Kecamatan Siantan), adalah sekitar 21 hingga 23 kilometer.

Sama seperti wilayah kepulauan lainnya di Anambas, kedua lokasi ini dipisahkan oleh lautan. Desa Mubur berada di wilayah gugusan Pulau Matak bagian utara, sedangkan pusat kabupaten berada di Pulau Siantan.

Warga mulai berdatangan dan memadati lapangan untuk mengikuti ibadah tersebut.

Mengenakan pakaian sederhana, masyarakat berdiri berjejer memenuhi lapangan.

Suasana yang biasanya ramai dengan aktivitas warga berubah menjadi khidmat ketika pelaksanaan sholat dimulai.

Warga tampak mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan.

Di tengah teriknya cuaca, mereka bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun di wilayah Anambas.

Pelaksanaan sholat istisqa ini bukan yang pertama dilakukan selama musim kemarau panjang. 

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas juga telah melaksanakan sholat meminta hujan pada Kamis (3/9/2026).

Namun, lima hari setelah sholat tersebut dilaksanakan, hujan yang diharapkan masyarakat belum juga turun.

Langit Anambas masih didominasi cuaca panas dan kondisi kering.

Camat Siantan Utara, Amiruddin mengatakan, pelaksanaan sholat istisqa kembali dilakukan karena hujan yang dinantikan masyarakat belum kunjung turun.

"Melihat kondisi hari ini, hujan belum juga turun. Karena itu, kami bersama masyarakat Siantan Utara kembali melaksanakan sholat meminta hujan," ujar Amiruddin.

Menurut Amiruddin, persoalan kemarau bukan hanya membuat udara terasa panas, tetapi juga mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah Siantan Utara.

Sumber air yang selama ini menjadi andalan warga mulai sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Masyarakat harus mencari dan mengatur penggunaan air dengan lebih hemat di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

Padahal, Kecamatan Siantan Utara memiliki sejumlah sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. 

Di antaranya berada di Air Bandung, Desa Bayat, Dusun Mubur Kecil, Gunung Piasan, Gunung Jauh Pian Pasir, serta Air Balok Pian Pasir.

"Beberapa sumber air memang masih ada, seperti di Air Bandung Desa Bayat, Dusun Mubur Kecil, Gunung Piasan, Gunung Jauh Pian Pasir dan Air Balok Pian Pasir. Namun, dengan kondisi kemarau seperti sekarang, ketersediaan air semakin sulit," kata Amiruddin.

Ia berharap hujan segera turun sehingga persoalan air bersih yang mulai dirasakan masyarakat dapat teratasi. 

Menurutnya, turunnya hujan sangat dibutuhkan untuk mengisi kembali sumber-sumber air yang mulai berkurang.

"Kami berharap Anambas segera diguyur hujan. Semoga doa yang dipanjatkan hari ini dikabulkan dan hujan segera turun, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih," ujar Amiruddin. (TribunBatam.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.