Pelatih Al Hilal, Simone Inzaghi, membela para penyerang bintangnya setelah raksasa Arab Saudi itu melihat laju bersejarah 47 pertandingan liga tanpa kekalahan mereka berakhir secara menyakitkan. Meski menurunkan lini depan dengan nilai lebih dari $200 juta, pemuncak klasemen justru tumbang secara mengejutkan dengan skor 2-0 dari Neom di Kingdom Arena.
Rangkaian itu akhirnya berakhir di Riyadh
Juara Arab Saudi 19 kali tersebut menelan kekalahan kandang 2-0 yang memalukan dari Neom pada Senin, yang menjadi kekalahan liga pertama mereka dalam lebih dari setahun. Hasil ini juga menandai berakhirnya catatan sempurna pelatih Simone Inzaghi di kompetisi domestik sejak ia membuat kepindahan besar dari Inter Milan pada Juni 2025 untuk menangani klub raksasa asal Riyadh tersebut. Sebelum laga ini, Al Hilal menikmati awal musim baru yang sempurna dengan membukukan lima kemenangan beruntun dan nyaman berada di puncak klasemen. Namun, aura tak terkalahkan yang selama ini menyelimuti klub itu sirna di depan pendukung mereka sendiri.
Rekrutan dari Liga Primer gagal bersinar
Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan mengingat besarnya investasi yang dilakukan Al Hilal pada bursa transfer musim panas untuk memperkuat skuad yang sebenarnya sudah dipenuhi bintang. Inzaghi menurunkan ketiga penyerang papan atasnya, yang direkrut musim panas ini dari klub-klub Liga Primer dengan total biaya yang dilaporkan melebihi $200 juta. Meski diperkuat Gabriel Martinelli, Ollie Watkins, dan Crysencio Summerville, tuan rumah gagal menemukan celah untuk mencetak gol, memperlihatkan minimnya kekompakan yang jarang terjadi di sepertiga akhir lapangan dan tentu menjadi perhatian staf pelatih.
"Memang benar manajemen melakukan pekerjaan yang hebat, tetapi kami masih berada di puncak klasemen, dan saya tidak menyalahkan para pemain," kata sang pelatih.
Kelalaian di lini belakang menghantui sang juara
Walau sorotan besar tertuju pada tumpulnya lini serang, kesalahan bertahan di belakang juga sama mengkhawatirkannya bagi Blue Waves. Gol bunuh diri yang buruk dari mantan andalan Chelsea, Kalidou Koulibaly, memberi warna pertandingan sejak awal dan menghadiahkan keunggulan kepada Neom yang tidak pernah tampak akan mereka lepaskan. Situasi memburuk sesaat sebelum turun minum ketika gelandang Pantai Gading, Amadou Kone, menggandakan keunggulan.
"Saya bertanggung jawab atas kekalahan menyakitkan ini, yang akan membuat saya sulit tidur. Pada babak pertama kami tidak tampil sebagaimana mestinya, dan kami kebobolan dua gol, lalu pada babak kedua kami masuk dengan kuat, tetapi kami tidak beruntung dalam mencetak gol. Para pemain melakukan apa yang harus mereka lakukan," ujar Inzaghi.
Perebutan gelar kini kembali terbuka lebar
Hasil ini bukan hanya mengakhiri era dominasi yang bersejarah, tetapi juga memberi dorongan besar bagi para pesaing di Liga Pro Saudi. Cristiano Ronaldo dan Al Nassr kini memiliki peluang emas untuk menyamai perolehan poin pemimpin klasemen jika mereka mampu meraih kemenangan atas Abha pada Kamis. Inzaghi menutup malam itu dengan kembali menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh dan tim harus segera merespons dalam beberapa pekan ke depan.
"Ini adalah kekalahan pertama saya di Arab Saudi sejak saya tiba, dan yang harus kami lakukan sekarang adalah belajar darinya. Saya ulangi bahwa saya mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan ini, dan kekalahan seperti ini membuat para pemain kembali ke realitas," tuturnya.