TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sebanyak 550 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat mengikuti roadshow kompetisi geosains nasional OlympiAR yang digelar PT Agincourt Resources (PTAR) di Universitas Negeri Padang (UNP) Hotel and Convention Center, Selasa (8/9/2026).
Ratusan mahasiswa tersebut mengikuti kegiatan untuk mengenal lebih jauh kompetisi geosains yang diselenggarakan PTAR bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) tersebut.
Antusiasme ratusan mahasiswa itu menjadi perhatian tersendiri bagi PTAR. Pasalnya, kegiatan tersebut memang sengaja digelar untuk mendorong lebih banyak mahasiswa bidang pertambangan dan geosains di Sumatera agar berani mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Perwakilan PT Agincourt Resources, Katarina, mengatakan keterlibatan mahasiswa dari wilayah Sumatera dalam dua penyelenggaraan OlympiAR sebelumnya masih tergolong minim.
"Kami melihat dari dua kali pelaksanaan, peserta dari Sumatera masih sangat minim. Padahal, banyak mahasiswa pertambangan di berbagai perguruan tinggi di wilayah ini," ujar Katarina.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Mekanisme Penyediaan Rekening Massal BRI dan BSI
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan PTAR memilih UNP sebagai lokasi roadshow.
Selain memperkenalkan kompetisi, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang untuk mengembangkan kemampuan di bidang geosains dan pertambangan.
"Harapan kami dengan kehadiran di sini, dapat meningkatkan minat mahasiswa pertambangan UNP untuk mengikuti kompetisi yang akan kami selenggarakan," katanya.
Katarina mengatakan, salah satu persoalan yang ingin didorong melalui roadshow tersebut adalah keberanian mahasiswa Sumatera untuk tampil dan berkompetisi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Baca juga: Sumbar Masuk 6 Besar Penyumbang Perokok Pemula, Pemko Padang Targetkan Iklan Rokok Ditiadakan
Sebab, peserta OlympiAR pada penyelenggaraan sebelumnya lebih banyak berasal dari Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan Papua.
Sementara keterwakilan mahasiswa dari Sumatera dinilai belum sebanding dengan potensi mahasiswa pertambangan yang ada di wilayah tersebut.
Pada penyelenggaraan 2024, kata Katarina, memang sudah terdapat peserta dari Sumatera, Namun jumlahnya masih terbatas.
Salah satu tantangannya adalah kekhawatiran mahasiswa untuk bersaing dengan peserta dari perguruan tinggi di Pulau Jawa.
"Kami juga ingin mahasiswa dari Sumatera mempunyai keberanian untuk bersaing. Untuk itu, kami datang langsung untuk memberikan motivasi dan informasi mengenai kompetisi ini," ujarnya.
OlympiAR sendiri merupakan kompetisi geosains yang digelar setiap dua tahun. Kompetisi tersebut dikembangkan dari program E-Coaching Jam (ECJ) yang telah diinisiasi PTAR sejak 2014 dan telah mempertemukan lebih dari 5.000 mahasiswa dengan profesional serta pakar di bidang geosains.
Melalui OlympiAR, mahasiswa tidak hanya diuji dari sisi pengetahuan, tetapi juga dihadapkan pada data dan studi kasus yang berkaitan dengan kondisi nyata di industri pertambangan.
PTAR berharap kegiatan roadshow di Sumbar dapat menjadi pintu masuk bagi semakin banyak mahasiswa dari wilayah ini untuk mendaftarkan diri dan menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional.
Selain kesempatan menguji kemampuan, kompetisi tersebut juga menawarkan hadiah dengan total mencapai Rp150 juta bagi para pemenang.
"Peserta juga berpeluang mendapatkan pengalaman industri melalui program magang di Tambang Emas Martabe, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara," pungkasnya.(*)