TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Penataan wajah Kota Pekalongan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid atau Aaf mengajak arsitek dan talenta lokal ikut menuangkan gagasan kreatif untuk mempercantik sekaligus memperkuat karakter Kota Pekalongan.
Ajakan tersebut disampaikan Aaf saat menghadiri Pilarchitalk 5 bertema 'Empowering Local Talent to Shape More Beautiful Pekalongan Raya' di Hotel Amandaru Kota Pekalongan.
Aaf mengatakan, arsitek yang tergabung dalam komunitas PiLAR memiliki kompetensi dan gagasan yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Baca juga: Kota Pekalongan Juara PPD Jateng, Aaf: Investasi dan SDM Jadi Fokus Berikutnya
Karena itu, masukan dari para arsitek lokal perlu dibuka seluas-luasnya dan menjadi bagian dari proses penataan kota.
"Teman-teman PiLAR ini arsitek semua yang ada di Kota Pekalongan dan Pekalongan Raya."
"Masukan-masukan dari teman-teman PiLAR, sangat bermanfaat untuk pembangunan Kota Pekalongan," ujar Aaf saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (8/9/2026).
Menurut Aaf, pembangunan kota tidak semata-mata berkaitan dengan penyelesaian persoalan infrastruktur dan pelayanan publik.
Aspek desain, serta estetika kawasan juga perlu mendapat perhatian agar ruang-ruang perkotaan memiliki tampilan yang lebih menarik dan nyaman.
Ia menyebut, masih terdapat sejumlah kawasan dan fasilitas kota yang dapat diberikan sentuhan desain. Salah satunya, melalui penataan papan informasi maupun penanda kawasan di berbagai titik.
Aaf berharap, gagasan yang muncul dari forum tersebut tidak berhenti sebatas diskusi. Kolaborasi antara Pemkot Pekalongan, dan para arsitek lokal akan terus dilanjutkan, baik melalui pertemuan formal maupun nonformal.
"Intinya nanti untuk mempercantik tampilan Kota Pekalongan. Tentunya, ini bukan diskusi terakhir, ini baru awal. Pertemuan formal maupun nonformal akan kita lanjutkan," katanya.
Ketua PiLAR, Zulfikar Ali, menyambut baik ruang kolaborasi yang dibuka Pemkot Pekalongan.
Menurutnya, sejak awal PiLAR ingin mendorong arsitek serta talenta lokal agar dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam pembangunan Kota Pekalongan dan kawasan Pekalongan Raya.
"Dari awal, kita ingin bagaimana PiLAR, komunitas-komunitas arsitek lokal, dan talenta-talenta lokal bisa berkontribusi banyak untuk memberikan wajah baru untuk Pekalongan," ungkapnya.
Zulfikar menegaskan, PiLAR siap berkolaborasi dengan Pemkot Pekalongan dalam berbagai kesempatan.
"Saya berharap, sinergi tersebut mampu melahirkan gagasan maupun karya yang tidak hanya memperindah kota, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat," imbuhnya.
Sementara itu, Urban Planner Nasional Diana Ayudya menilai Kota Pekalongan memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan.
Batik, menurut dia, tetap menjadi salah satu kekuatan utama kota.
Namun, potensi tersebut dapat diperkuat dengan pengembangan sektor pariwisata, lingkungan, serta berbagai kegiatan yang telah memiliki skala nasional hingga internasional.
"Potensi Kota Pekalongan itu banyak sekali. Yang utama kan batik, apalagi Pekalongan sudah menjadi kota kreatif dunia. Belum lagi event-event yang skalanya sudah tidak lokal, tetapi nasional bahkan dunia," tuturnya.
Diana juga menyoroti, keberadaan kawasan mangrove yang relatif dekat dengan pusat kota.
Baca juga: Aaf Bawa Pekalongan Juara PPD Jateng, Investasi dan SDM Jadi Fokus Berikutnya
Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih optimal sehingga menjadi salah satu daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas lingkungan Kota Pekalongan.
Kolaborasi pemerintah dengan arsitek dan talenta lokal diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan penataan kota yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan karakter yang kuat.
"Dengan demikian, wajah Kota Pekalongan ke depan diharapkan semakin tertata, menarik, dan merepresentasikan potensi daerah," tambahnya. (Dro)