TRIBUN-MEDAN.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan setelah sejumlah sekolah di Jawa Tengah dan Sumatera Utara dilaporkan mengalami insiden keracunan massal.
Ratusan siswa dan guru harus mendapat perawatan medis akibat gejala mual, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah.
MAN 2 Rembang: 271 Siswa dan 7 Guru Terdampak
Sebanyak 271 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, mengalami gejala keracunan massal.
Dari jumlah tersebut, 26 siswa harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Lasem.
Tujuh guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa, meski tidak sampai dirawat.
Kepala MAN 2 Rembang, Achmad Syuhada, mengonfirmasi insiden tersebut.
“Jumlah siswa terdampak mencapai 271 anak. Sebanyak 26 siswa dibawa ke Puskesmas Lasem. Ada juga 7 guru yang terdampak, namun kondisinya tidak sampai harus masuk puskesmas,” ujarnya, Selasa (8/9/2026), dikutip dari TribunJateng.com
Gejala muncul setelah siswa menyantap menu MBG berupa ayam kare, oseng jagung, dan buah melon.
Dugaan kuat, makanan tersebut mengandung zat kontaminan.
Baca juga: Gubsu Bobby Tolak Tutup MBG Usai Ratusan Siswa di Karo Keracunan Bahkan Sampai Hilang Ingatan
SMA Negeri 1 Tunjungan Blora: 137 Korban
Insiden serupa terjadi di SMA Negeri 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Sebanyak 136 siswa dan 1 guru dilaporkan mengalami diare serta sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG berupa nasi, ayam, tempe, sayuran, dan buah apel.
Kepala sekolah, Yuni Ni’wati, mengatakan kejadian ini merupakan kali pertama sejak program MBG diterima.
“Awalnya ada keluhan dari siswa, kemudian kami lakukan tracking. Total ada 137 orang yang bergejala,” jelasnya.
Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini, mengusulkan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 ditutup karena sudah tiga kali mendapat peringatan terkait kualitas makanan.
“Ya kami mau enggak mau harus mengusulkan tutup,” tegasnya dikutip dari Tribunjateng.com.
Baca juga: Satu Siswa yang Diduga Keracunan MBG Karo Dibawa ke Ruang ICU Medan, Total Bertambah Jadi 353 Siswa
SMP Negeri 1 Lubuk Pakam: 2 Siswa Dilarikan ke RS
Di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, dua siswa SMP Negeri 1 Lubuk Pakam harus dilarikan ke RS Grand Med setelah mengalami sakit perut 15 menit usai mengonsumsi puding MBG.
Kepala sekolah, Ahmad Affandi, menyebut total penerima manfaat MBG di sekolahnya mencapai 1.010 orang.
“Yang sakit perut cuma dua orang siswa saja. Sudah kami bawa ke RS Grand Med. Masih diobservasi di UGD,” ujarnya.
Sebelumnya, sekitar 20 siswa SMA Negeri 1 Lubuk Pakam juga sempat mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi MBG.
Baca juga: DAFTAR Nama 4 Siswi Korban Keracunan MBG di Karo Masih Dirawat, Ada Hilang Ingatan dan Sulit Bicara
Kasus Berastagi: Siswi Berprestasi Alami Hilang Ingatan
Kasus paling memprihatinkan terjadi di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Febiona Br Purba, siswi berprestasi sekaligus Wakil Ketua OSIS SMK Bersama Berastagi, mengalami gangguan kesehatan serius setelah mengonsumsi lauk ikan tongkol dari MBG.
Ia kini harus duduk di kursi roda dan kehilangan sebagian daya ingat.
Ibunya, Elvinus Lusiana Sitanggang, menceritakan kondisi anaknya yang semakin memburuk.
“Bibinya datang, dia bertanya: ini siapa? Adik-adiknya pun tak diingat. Bahkan kawan-kawannya di sekolah juga tak dikenalnya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Senin (7/9/2026).
Selain Febiona, tiga siswi lain di Berastagi juga masih menjalani perawatan lanjutan akibat gangguan ginjal, jantung, dan pencernaan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyebut ada kelalaian fatal dari dapur SPPG.
“Ikan yang tidak disimpan di ruang pendingin lebih dari 12 jam menjadi penyebab. Dapur sudah ditutup, kepala SPPG sudah dicopot,” tegasnya.
(*/Tribun-medan.com)
Baca juga: Dua Siswa Sakit Perut usai Makan Puding MBG, Dilarikan ke Rumah Sakit
Baca juga: Terkuak Hasil Lab Keracunan MBG di Karo, Nasi hingga Buah Melon Terpapar Ecoli dan Bacillus Cereus
Baca juga: Gubsu Bobby Tolak Tutup MBG Usai Ratusan Siswa di Karo Keracunan Bahkan Sampai Hilang Ingatan
Baca juga: Gubsu Bobby Tak Dukung Penutupan MBG Meski Ada Siswa Karo Alami Hilang Ingatan, Ini Alasannya