Jakarta Dikepung Abu Krakatau, 5 Pesawat Modifikasi Cuaca Diterbangkan, Pramono: Semoga Hujan
Budi Sam Law Malau September 08, 2026 11:33 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Langit ibu kota tengah diselimuti kelabu.

Hujan abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau yang melanda Jakarta memaksa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berpacu dengan waktu untuk memulihkan kualitas udara.

Jalur udara dan darat ditempuh, mulai dari menyemai awan hingga membasuh jalanan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tengah berlangsung intensif.

Sepanjang Selasa (8/9/2026), lima unit pesawat Cessna Caravan telah membelah langit Jakarta, menaburkan garam penyemai demi memancing datangnya hujan.

Namun, alam memiliki ritmenya sendiri.

Sang Gubernur menuturkan bahwa kondisi awan di atas Jakarta belum cukup tebal untuk diubah menjadi titik-titik air.

“Sebenarnya hari ini kita sudah menerbangkan pesawat Cessna sebanyak 5 sorti, tetapi memang awannya masih belum cukup. Mudah-mudahan sore atau malam ini ada ruang bagi hujan atau sekadar gerimis untuk turun membasuh kota,” ungkap Pramono penuh harap saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Di balik upaya teknologi yang dikerahkan, terselip kepasrahan dan realitas bahwa manusia hanya bisa berusaha.

Dengan nada rendah hati, Pramono menyadari bahwa keberhasilan modifikasi cuaca mutlak bergantung pada kondisi alam.

“Memang tidak gampang, Teman-teman sekalian. Kalau ditanya apakah hujan ini turun murni karena OMC atau karena Gusti Allah, ya pasti karena Gusti Allah,” tuturnya, menggugah empati publik yang tengah sama-sama menanti langit Jakarta kembali bersih.

Baca juga: Penerbangan Terganggu Abu Vulkanik, 2 WNA di Kota Bekasi Ajukan ITKT

Aksi Darat: Membasuh Jalanan Ibu Kota

Ketika pesawat-pesawat bermanuver di udara, armada darat tak kalah sibuk berjibaku.

Pemprov DKI menurunkan barisan mobil pemadam kebakaran (Damkar) dan truk tangki air milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut).

Misi mereka satu: melunturkan pekatnya abu vulkanik yang menempel di aspal dan pepohonan melalui penyemprotan water mist.

Operasi penyiraman ini membelah jantung kota.

Dimulai dari siluet Monumen Nasional (Monas) pada pukul 16.51 WIB, iring-iringan truk air bergerak gagah menyusuri jalan protokol menuju Bundaran Senayan, sebelum kembali menyapu kawasan Monas menjelang petang.

Tidak hanya di pusat kota, deru mesin truk air dan kepulan water mist juga menyebar merata ke berbagai urat nadi Jakarta demi melindungi kesehatan warga:

 * Jakarta Utara: Membentang dari Tanjung Priok, Jalan Yos Sudarso, ITC Cempaka Mas, Gunung Sahari, hingga Pluit.

 * Jakarta Pusat: Fokus menyisir rute padat dari Cempaka Mas hingga Green Pramuka.

 * Jakarta Timur: Menyapu debu dari Green Pramuka ke arah UKI, dilanjutkan dari Terminal Kampung Melayu hingga PGC Cawang.

 * Jakarta Selatan: Bergerak di sepanjang Jalan Rasuna Said (KPK) menuju Pejaten Village, dan jalur sibuk M.T. Haryono hingga Semanggi.

 * Jakarta Barat: Mengamankan kualitas udara di kawasan vital Slipi, Tomang, dan sekitarnya.

Kini, warga Jakarta menatap langit dengan satu harapan yang sama: menanti awan menebal dan hujan segera turun, membawa pergi sisa-sisa amarah Krakatau dari ibu kota.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.