Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengalaman bersantap di Gedong 55, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 55, Kota Cimahi, tidak berhenti pada hidangan yang tersaji di atas meja.
Restoran yang berdiri sejak 2023 ini menawarkan suasana berbeda melalui bangunan bersejarah peninggalan zaman Belanda yang dipadukan dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Konsep tersebut membuat Gedong 55 tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga ruang bagi pengunjung untuk menikmati suasana tempo dulu sambil bersantai.
Head Finance dan Head Service Gedong 55, Anindia Retno Adi, mengatakan konsep fasilitas di restoran tersebut memang dirancang agar pengunjung dapat memilih pengalaman sesuai kebutuhannya.
“Ada yang inginnya makan sambil nostalgia, sambil healing, makanya ada sawah, ada kolam, ada saung-saung,” ujar Anindia saat dihubungi, Selasa (8/9/2026).
Pengunjung dapat memilih tempat duduk sesuai suasana yang diinginkan.
Bagi mereka yang ingin menikmati suasana terbuka dengan nuansa lebih santai, tersedia saung yang berada di area belakang restoran.
Suara gemericik air dan udara yang sejuk menjadi bagian dari pengalaman tersebut.
Bahkan, menurut Anindia, tidak sedikit pengunjung yang merasa nyaman hingga tertidur ketika berada di saung.
“Di saung-saung itu banyak sampai ketiduran, mungkin saking sepoi-sepoinya. Kalau siang anginnya lumayan besar dan adem,” katanya.
Saung-saung tersebut juga dibuat dengan mempertahankan karakter tradisional yang menyerupai saung di perkampungan Sunda.
Dengan begitu, suasana yang ditawarkan tidak hanya mengandalkan dekorasi, tetapi berusaha menghadirkan atmosfer yang dekat dengan lingkungan pedesaan.
Sementara bagi pengunjung yang hanya ingin makan kemudian melanjutkan aktivitas, area depan dapat menjadi pilihan.
Gedong 55 juga menyediakan ruang VIP bagi pengunjung yang membutuhkan tempat lebih privat untuk pertemuan atau kegiatan tertentu.
Untuk kegiatan dengan jumlah peserta lebih banyak, tersedia pula ruang di bagian tengah yang dapat menampung hingga sekitar 50 orang.
Fasilitas ini membuat restoran tersebut dapat digunakan bukan hanya untuk makan bersama keluarga, tetapi juga untuk berkumpul atau menggelar kegiatan kelompok.
Pilihan ruang yang beragam menjadi salah satu pembeda Gedong 55.
Pengunjung tidak harus mendapatkan pengalaman yang sama ketika datang ke restoran tersebut.
Mereka yang ingin menikmati kopi sambil mengerjakan tugas atau mengobrol secara lebih privat dapat memilih area belakang yang berdekatan dengan coffee bar.
Area tersebut sengaja dibuat lebih tersembunyi sehingga memberikan suasana yang lebih tenang.
“Misalnya ingin mojok sambil ngopi, ingin private, di belakang dekat kopi bar ada tempat yang tersembunyi. Sambil nugas atau ngobrol sama teman secara private juga bisa,” ujar Anindia.
Kenyamanan pengunjung juga didukung fasilitas ibadah berupa musala yang cukup luas.
Kebersihan menjadi perhatian, termasuk mukena dan alas salat yang dicuci secara berkala setiap minggu.
Fasilitas sanitasi juga dijaga kebersihannya, dengan ketersediaan air yang mengalir.
Hal tersebut menjadi bagian dari perhatian Gedong 55 terhadap kenyamanan pengunjung selama berada di restoran.
Selain fasilitas di dalam area makan, restoran ini juga menyediakan halaman parkir yang cukup luas.
Kapasitasnya dapat menampung sekitar 10 hingga 15 mobil.
Dari sisi akses, lokasi Gedong 55 juga relatif strategis karena berada tidak jauh dari Tol Baros dan Stasiun Cimahi.
Lokasinya yang berada di kawasan dengan sejumlah bangunan peninggalan Belanda turut memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung.
Pengunjung yang datang dari arah kawasan Dustira, misalnya, dapat melihat deretan bangunan lama sebelum berjalan menuju Gedong 55.
Perjalanan menuju restoran pun menjadi bagian dari pengalaman menikmati kawasan bersejarah di Cimahi.
Anindia menilai karakter Cimahi yang relatif tenang juga menjadi nilai tambah.
Suasana tersebut dinilai cocok bagi pengunjung yang ingin beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan.
“Tujuannya makan tapi juga sambil cuci mata. Vibe Cimahi sama Bandung itu beda. Cimahi lebih tenang, orang-orangnya juga tidak buru-buru,” katanya.
Suasana tersebut membuat Gedong 55 berpotensi menjadi pilihan bagi wisatawan dari luar daerah, termasuk pengunjung dari Jabodetabek maupun wisatawan mancanegara yang ingin mencoba masakan Sunda dalam atmosfer yang berbeda.
Jam operasional Gedong55 dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan pelayanan yang lebih lengkap mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.