Pencarian Jurnalis Hilang Dilanjutkan, Area Diperluas Mulai Carita hingga Gunung Anak Krakatau 
Anita K Wardhani September 09, 2026 09:38 AM

 


TRIBUNNEWS.COM - Hilangnya lima orang jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Banten masih diterus dicari. 

Operasi pencarian 5 jurnalis kembali akan dilakukan Tim SAR gabungan pada Rabu (9/9/2026) setelah sehari sebelumnya pencarian dihentikan sementara.

Baca juga: Jurnalis Antara Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Karyanya Pernah Diunggah Prabowo

Pencarian pada Selasa (8/9/2026) malam Tim telah melakukan penyisiran sepanjang hari di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan rombongan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan area pencarian pada hari kedua akan diperluas untuk meningkatkan peluang menemukan para korban.

"Rencananya besok tim akan memperluas area pencarian dari mulai Carita sampai ke Gunung Anak Krakatau," ujar Kepala Basarnas Banten Al Amrad kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

Pada hari pertama operasi, Basarnas Banten mengerahkan dua tim pencarian. Tim pertama menggunakan Rescue Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Pandeglang dengan kekuatan enam personel, sedangkan tim kedua menggunakan KN SAR 247 Tetuka yang melibatkan sekitar 20 personel.

Tim SAR menyisir sejumlah lokasi mulai dari titik awal hilangnya kontak hingga kawasan Pulau Rakata dan Pulau Panjang yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.


Hingga Selasa Malam Jurnalis Belum Ditemukan 

Meski telah dilakukan pencarian intensif, keberadaan rombongan jurnalis maupun kapal yang mereka tumpangi masih belum ditemukan.

"Pada Pukul 18.15 WIB tim kami sudah balik dari lokasi, dan akan dilanjutkan besok pagi," kata Amrad.

Sebelumnya, kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. 

Baca juga: Kronologi 5 Jurnalis Hilang Saat Meliput Anak Krakatau di Selat Sunda, Pencarian Dilanjut Besok

Kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi. 

Berdasarkan data Basarnas Banten, kapal tersebut membawa tujuh orang, terdiri dari lima jurnalis, satu nahkoda, dan satu anak buah kapal (ABK). 

Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak yakni 

  • M. Bagus Khoirunnas (Fotografer Antara Banten)
  • Ari Basuki (Jurnalis Merdeka)
  • Yudhis (Jurnalis iNews)
  • Daus (Jurnalis Anadolu)
  • Donal (Jurnalis freelance).

Basarnas Banten menerima laporan kapal hilang kontak pada Selasa pukul 13.55 WIB dari Bayu Antara Banten. 

Komunikasi terakhir tercatat pada Senin (7/9/2026) pukul 14.42 WIB. 

Saat itu, salah satu jurnalis mengirimkan posisi terkini kepada jurnalis di Lampung bernama Abay. 

Namun, pada pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan kapal tersebut terputus. 

Titik koordinat komunikasi terakhir berada di 6°14'40.52"S 105°40'49.48"E, atau sekitar 9,98 mil laut dari daratan.


Sisir Selat Sunda

PENCARIAN JURNALIS- Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian terhadap delapan orang di sebuah speed boat yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten pada hari kedua operasi pencarian, Rabu (9/9/2026).
PENCARIAN JURNALIS- Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian terhadap delapan orang di sebuah speed boat yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten pada hari kedua operasi pencarian, Rabu (9/9/2026). (HO/IST/HO/Kantor SAR Banten)

Tim SAR gabungan mengerahkan perahu karet RIB 02 Banten untuk menyisir perairan Selat Sunda dalam pencarian delapan orang yang hilang kontak.

Operasi berlangsung dari titik yang diduga menjadi lokasi terakhir speedboat, berjarak sekitar 9,98 nautical mile (NM) dari posisi RIB 02 Banten dengan estimasi waktu tempuh sekitar 40 menit.

Kondisi cuaca di wilayah pencarian dilaporkan cerah berawan, dengan angin dari selatan menuju utara berkecepatan sekitar 16,7 knot dan tinggi gelombang 0,4 hingga 1 meter.

Operasi pencarian tersebut melibatkan enam personel Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang bersama Polairud Pandeglang dan pemilik kapal. 

Tim juga membawa sejumlah peralatan pendukung, di antaranya Rescue Car, perlengkapan SAR air, alat komunikasi, serta peralatan medis untuk mendukung proses pencarian dan penanganan apabila para penumpang ditemukan.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan laporan mengenai kecelakaan kapal hilang kontak tersebut diterima pihaknya pada Selasa sekitar pukul 13.55 WIB.

"Kami menerima laporan awal kejadian kecelakaan kapal hilang kontak pada Selasa pukul 13.55 WIB," kata Al Amrad dalam keterangan resminya, Selasa, dikutip dari TribunLampung.co.id.

PATROLI PERAIRAN KRAKATAU - Jajaran Sat Polairud Polres Lampung Selatan bersama BKSDA Provinsi Lampung menggelar patroli gabungan di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Lampung, Minggu (6/9/2026). Patroli digelar untuk memperketat pengawasan zona bahaya pasca-erupsi, sekaligus menghalau kapal misterius dan nelayan yang nekat mendekati radius tiga kilometer dari kawah aktif.
PATROLI PERAIRAN KRAKATAU - Jajaran Sat Polairud Polres Lampung Selatan bersama BKSDA Provinsi Lampung menggelar patroli gabungan di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Lampung, Minggu (6/9/2026). Patroli digelar untuk memperketat pengawasan zona bahaya pasca-erupsi, sekaligus menghalau kapal misterius dan nelayan yang nekat mendekati radius tiga kilometer dari kawah aktif. (Instagram @polres_lamsel)


Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, pencarian dilakukan setelah pihaknya menerima informasi terkait kapal yang membawa rombongan jurnalis tersebut belum kembali ke Dermaga Pagedongan, Carita.

“Polda Banten bersama Basarnas telah bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik terakhir rombongan tersebut melakukan komunikasi,” katanya dalam keterangan, Selasa.

Basarnas Banten telah mengerahkan Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang untuk melakukan pencarian di perairan Selat Sunda.

Operasi SAR juga melibatkan Polairud Pandeglang dan unsur terkait lainnya.

Tim gabungan menyisir titik koordinat terakhir komunikasi hingga sejumlah pulau di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Sejumlah peralatan pendukung turut diterjunkan, di antaranya Rescue Inflatable Boat (RIB) 02 Banten, perlengkapan SAR air, perangkat komunikasi, serta peralatan medis.

Berdasarkan data Basarnas, titik terakhir kapal terdeteksi berada di koordinat 6°14'40.52" LS dan 105°40'49.48" BT atau sekitar 9,98 mil laut dari posisi RIB 02 Banten.

Saat proses pencarian berlangsung, kondisi cuaca di perairan Selat Sunda dilaporkan cerah berawan. 

Angin bertiup dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter.

Komunikasi Terakhir dengan Keluarga

Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Sandi mengatakan kapal tersebut disewa rombongan dari warga setempat.

"Berangkat pukul 14.00 WIB kemarin, rencana pulang-pergi dan sampai sekarang nggak ada info," katanya, Selasa.

Menurut Sandi, seorang guide yang berada di kapal sempat menghubungi istrinya sekitar pukul 16.00 WIB dan menyampaikan kondisi masih aman.

Setelah itu, komunikasi dengan rombongan tidak diketahui lagi.

"Kalau 14.00 WIB berangkat, sekitar pukul 20.00 WIB perkiraan harus sampai darat. Sampai sekarang tidak ada kontak," jelasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.