TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA – Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui kegiatan Demonstrasi Plot (Demplot) Tahun Anggaran 2026 di Kampung Waho, Distrik Kambrau, Kabupaten Kaimana.
Pelatihan yang dilaksanakan Kelompok Pengelola Bantuan (KPB) Demplot Waho tersebut mengajarkan masyarakat cara mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, salah satunya kerupuk udang.
Ketua Demplot Kampung Waho, Laura Astarida Kameubun, menjelaskan pelatihan bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil laut agar tidak hanya dijual mentah, tetapi diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Potensi perikanan di Kampung Waho cukup besar. Masyarakat perlu dibekali keterampilan agar hasil laut tidak hanya dijual mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi,” ujar Laura dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).
Baca juga: Kemendes Beri Pelatihan Monev dan MIS untuk 22 Kader Program Tekad Fakfak
Menurutnya, selama ini udang umumnya dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai ekonominya terbatas.
Melalui pelatihan pembuatan kerupuk udang, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha sekaligus menambah pendapatan keluarga.
Laura menambahkan, kerupuk udang dipilih karena bahan bakunya mudah diperoleh dan proses produksinya dapat dilakukan dengan peralatan sederhana.
Produk tersebut juga memiliki peluang pasar yang baik jika dikelola secara berkelanjutan.
Ia berharap pelatihan serupa disertai pendampingan lanjutan agar kualitas produk olahan masyarakat Kampung Waho semakin meningkat, memenuhi kebutuhan pasar, dan berkembang menjadi produk unggulan kampung.
“Semoga melalui Program TEKAD, kapasitas masyarakat terus diperkuat agar potensi lokal dapat diolah secara produktif, membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.