Jumlah hotspot atau titik panas di Provinsi Jambi masih bertambah di tengah musim karhutla. Sementara bau asap karhutla masih tercium di hidung dan sesak di kerongkongan.
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bau asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla masih tercium kuat di Kota Jambi pada Rabu (9/9/2026) pagi.
Pantauan Tribun di sejumlah wilayah, di antaranya Lingkar Selatan dan Palmerah, udara tampak diselimuti asap putih.
Bau asap karhutla tercium hidung masih cukup kuat, bahkan sampai kerongkongan.
Kondisi tersebut terjadi ketika aktivitas titik panas atau hotspot di Provinsi Jambi masih terpantau melalui pemantauan satelit.
Berdasarkan pantauan satelit NASA-NOAA20 yang ditampilkan dalam sistem pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan, pada Rabu (9/9/2026) pukul 08.00 WIB terdeteksi 88 hotspot di Provinsi Jambi dengan tingkat kepercayaan atau confidence medium.
Jumlah tersebut menempatkan Jambi sebagai salah satu provinsi di Sumatera yang masih perlu mewaspadai aktivitas karhutla.
88 Hotspot Terdeteksi di Jambi
Data pemantauan tersebut menunjukkan sebaran hotspot di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.
Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 568 titik, disusul Riau sebanyak 112 titik.
Sementara Jambi tercatat memiliki 88 hotspot, kemudian Bangka Belitung 52 titik dan Lampung 33 titik.
Berikut data hotspot yang terpantau di sejumlah provinsi Sumatera:
Tingginya aktivitas hotspot di kawasan Sumatera menjadi perhatian karena kondisi angin, cuaca dan kelembapan dapat memengaruhi penyebaran asap dari wilayah yang mengalami kebakaran.
Data hotspot satelit perlu dibaca sebagai indikasi anomali suhu permukaan, bukan sebagai jumlah pasti kejadian kebakaran. Kementerian Kehutanan menegaskan setiap hotspot tetap memerlukan verifikasi di lapangan atau groundcheck untuk memastikan apakah benar berkaitan dengan kebakaran.
Sebelumnya, data Kementerian Kehutanan menunjukkan jumlah hotspot Jambi sempat mengalami perubahan cukup signifikan. Pada 5 September 2026, misalnya, terdeteksi enam hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Jambi.
Perubahan angka hotspot tersebut menunjukkan kondisi karhutla dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga pemantauan dan verifikasi lapangan tetap diperlukan.
Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan Juga Tinggi
Selain Jambi, aktivitas hotspot juga cukup tinggi di sejumlah wilayah lainnya.
Untuk Pulau Kalimantan, Kalimantan Tengah mencatat 518 hotspot, sedangkan Kalimantan Barat mencapai 222 titik.
Selanjutnya, Kalimantan Timur tercatat 23 hotspot dan Kalimantan Selatan 14 titik. Sementara Kalimantan Utara tidak mencatat hotspot dalam data tersebut.
Kementerian Kehutanan sebelumnya menyebut Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat sebagai wilayah dengan konsentrasi hotspot yang tinggi sehingga pengendalian karhutla terus diperkuat.
Sumber data hotspot: SiPongi Kementerian Kehutanan. (Tribun Jambi/Asto)
Baca juga: Kebakaran di Talang Banjar Jambi, Sejumlah Toko Ludes Terbakar
Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Jambi 9-10 September 2026, Lokasi dan Syarat