TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Suara semangat para pelajar menggema, di Stadion 29 November Sampit saat pembukaan Gala Siswa Indonesia (GSI) Putra dan Putri jenjang SMP tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (9/9/2026).
Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan ajang pencarian bakat sepak bola usia muda tersebut.
Kegiatan ini mempertemukan para pelajar dari sejumlah daerah di Kalteng untuk bersaing sekaligus menjalin persahabatan melalui olahraga.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim, Umar Kaderi menyampaikan, apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Pendidikan Kalteng yang telah menunjuk Kotim sebagai lokasi penyelenggaraan pertandingan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan yang telah mempercayakan Kotim menjadi salah satu tempat pelaksanaan pertandingan Gala Siswa Indonesia tingkat provinsi," kata Umar Kaderi.
Ia juga mengapresiasi seluruh kabupaten dan kota yang telah mengirimkan kontingennya untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Menurut Umar, GSI bukan hanya menjadi ajang mencari prestasi olahraga semata, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan mempererat hubungan antarpelajar dari berbagai daerah.
"Di satu sisi kita mencari prestasi bagi anak-anak peserta yang nantinya akan menjadi perwakilan Kalimantan Tengah pada Gala Siswa Indonesia tingkat nasional. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi wadah bagi mereka untuk menjalin silaturahmi dan persaudaraan antar peserta," ujarnya.
Umar berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan lancar dan mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang tidak hanya unggul dalam olahraga, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Safrudin, menjelaskan bahwa Gala Siswa Indonesia merupakan program penjaringan talenta sepak bola usia SMP yang dilaksanakan secara berjenjang hingga tingkat nasional.
Menurutnya, para peserta yang tampil pada tingkat provinsi akan dipantau dan dinilai secara menyeluruh untuk menentukan pemain terbaik yang akan mewakili Kalteng.
"Ini adalah seleksi talenta sepak bola usia pendidikan SMP. Dari kegiatan di tingkat provinsi ini akan dijaring pemain putra dan putri terbaik yang nantinya mewakili Kalimantan Tengah di tingkat nasional," jelas Safrudin.
Ia menerangkan, proses penilaian tidak hanya berdasarkan hasil pertandingan, tetapi juga melalui analisis performa pemain menggunakan rekaman video dan data statistik.
"Kemampuan teknik, fisik, kecepatan berlari, penguasaan bola, hingga keberhasilan dan kegagalan umpan akan dianalisis secara statistik. Dari situ akan dipilih pemain-pemain terbaik yang layak menjadi wakil Kalimantan Tengah," tambahnya.
Safrudin menyebutkan, tahun ini jumlah peserta yang mengikuti GSI tingkat provinsi masih terbatas.
Selain faktor anggaran dan waktu persiapan yang singkat, kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah juga menjadi pertimbangan.
"Tahun ini hanya ada empat tim yang ikut. Putri ada dua tim, sementara peserta berasal dari Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Sukamara," ungkapnya.
Melalui ajang tersebut, diharapkan lahir bibit-bibit pesepak bola muda potensial dari Kalimantan Tengah yang mampu bersaing di tingkat nasional dan membawa nama daerah di kancah yang lebih tinggi.