TRIBUNNEWS.COM - Tas siaga bencana (TSB) menjadi salah satu perlengkapan yang penting dipersiapkan setiap keluarga untuk menghadapi bencana atau kondisi darurat.
Tas ini berisi berbagai kebutuhan dasar yang dapat digunakan untuk bertahan hidup ketika bantuan belum datang.
Selain untuk memenuhi kebutuhan selama keadaan darurat, tas siaga bencana juga dapat memudahkan masyarakat saat proses evakuasi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut tas siaga bencana merupakan tas tahan air yang dipersiapkan anggota keluarga sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Karena itu, isi tas siaga bencana sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan setiap anggota keluarga.
Lantas, apa saja barang yang perlu dimasukkan ke dalam tas siaga bencana? Simak informasinya di bawah ini.
Mengutip laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tas siaga bencana merupakan tas tahan air atau waterproof yang dipersiapkan anggota keluarga untuk berjaga-jaga apabila terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.
Tujuan utama TSB adalah membantu anggota keluarga bertahan hidup ketika bantuan belum datang.
Tas tersebut juga dapat memudahkan masyarakat membawa kebutuhan penting saat proses evakuasi maupun ketika harus berpindah tempat dalam kondisi darurat.
Tas yang digunakan sebagai tas siaga bencana sebaiknya memiliki beberapa kriteria agar tetap nyaman dan dapat melindungi perlengkapan di dalamnya.
Berikut kriterianya:
Baca juga: 5 Rekomendasi Tas Siaga Bencana Menurut BPBD: Bekal Penting untuk Keselamatan Keluarga
Ada sejumlah barang penting yang sebaiknya dipersiapkan dan dimasukkan ke dalam tas siaga bencana.
Berikut daftar isi tas siaga bencana yang dapat dipersiapkan.
1. Surat-surat penting
Simpan dokumen penting yang kemungkinan diperlukan setelah terjadi bencana.
Contohnya surat tanah, surat kendaraan, ijazah, akta kelahiran, dan dokumen penting lainnya.
Sebaiknya dokumen tersebut disimpan dalam wadah atau kantong kedap air untuk mengurangi risiko kerusakan.
2. Pakaian untuk tiga hari
Siapkan pakaian yang cukup untuk kebutuhan sekitar tiga hari.
Pakaian dapat berupa pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, jas hujan, dan kebutuhan pakaian lainnya.
3. Makanan tahan lama
Masukkan makanan yang praktis dan dapat disimpan dalam waktu cukup lama.
Contohnya mi instan, biskuit, abon, cokelat, serta makanan ringan lainnya.
Pilih makanan yang mudah dibawa dan tidak membutuhkan banyak persiapan.
4. Air minum
Air minum menjadi salah satu kebutuhan utama yang harus tersedia dalam Tas Siaga Bencana.
Persiapkan air yang cukup untuk kebutuhan selama kurang lebih tiga hari dengan menyesuaikan jumlah anggota keluarga.
5. Kotak obat-obatan dan P3K
Kotak P3K perlu disiapkan untuk menangani kebutuhan kesehatan dasar selama kondisi darurat.
Isi dengan obat-obatan pribadi serta obat-obatan umum dan perlengkapan P3K yang diperlukan.
6. Radio atau handphone
Radio atau handphone dapat digunakan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi bencana.
Jangan lupa menyiapkan baterai, charger, atau power bank agar perangkat komunikasi tetap dapat digunakan.
7. Perlengkapan mandi
Perlengkapan kebersihan pribadi juga perlu dimasukkan ke dalam tas.
Beberapa di antaranya sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, sisir, cotton bud, dan perlengkapan mandi lainnya.
8. Masker
Masker dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menyaring udara yang kotor atau tercemar saat terjadi bencana tertentu.
Siapkan masker sesuai kebutuhan dan gunakan masker sekali pakai sesuai petunjuk penggunaannya.
9. Peluit
Peluit dapat menjadi alat bantu untuk meminta pertolongan ketika berada dalam situasi darurat.
Ukurannya yang kecil membuat peluit mudah disimpan dan dibawa dalam tas.
10. Uang tunai
Siapkan uang tunai secukupnya untuk memenuhi kebutuhan selama kondisi darurat, terutama untuk perbekalan selama kurang lebih tiga hari.
Simpan uang di tempat yang aman dan terlindungi dari air.
11. Alat penerangan
Alat penerangan juga penting untuk menghadapi kondisi ketika listrik padam.
Beberapa perlengkapan yang dapat disiapkan antara lain senter, lampu kepala (headlamp), korek api, lilin, dan alat penerangan lainnya.
Baca juga: Jenis Masker untuk Abu Vulkanik yang Dianjurkan Kemenkes, N95 hingga Masker Medis
Tas Siaga Bencana tidak harus menggunakan satu tas besar untuk seluruh anggota keluarga.
Setiap anggota keluarga dapat membawa tas sesuai usia, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing.
Mengutip unggahan akun Instagram resmi Pemprov DKI Jakarta @dkijakarta, berikut jenis tas siaga bencana yang dapat dibagi bawaannya untuk setiap anggota keluarga:
1. Ayah: Carrier atau Tas Gunung
Tas carrier dapat digunakan untuk membawa perlengkapan dalam jumlah lebih banyak karena memiliki kapasitas yang besar.
Tas ini dapat menampung berbagai kebutuhan keluarga selama proses evakuasi.
2. Ibu: Daypack atau Tas Ransel Harian
Daypack memiliki ukuran yang lebih ringan dan mudah dibawa, tetapi tetap dapat menampung kebutuhan dasar.
Tas ini cocok digunakan untuk membawa perlengkapan pribadi maupun kebutuhan keluarga yang penting.
3. Kakak: Daypack dan Sling Bag
Kakak dapat menggunakan daypack atau sling bag sesuai kebutuhan.
Tas tersebut dapat digunakan untuk membawa pakaian cadangan dan barang-barang pribadi.
4. Adik: Sling Bag atau Tas Selempang
Untuk anak-anak, sling bag berukuran kecil dapat menjadi pilihan karena ringan dan lebih nyaman dibawa.
Isi tas dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak agar tidak terlalu berat saat digunakan untuk evakuasi.
Kenapa Perlu Menyiapkan Tas Siaga Bencana?
(Tribunnews.com/Nurkhasanah)