TRIBUNNEWS.COM - Seorang pedagang jagung susu keju (jasuke) dianiaya geng motor saat melintas di Jalan E.Z. Muttaqin, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Minggu (30/8/2026) lalu.
Korban yang berinisial IMM (16) sempat dirawat di RS Hermina Tasikmalaya, tetapi nyawanya tak terselamatkan.
Saat kejadian, korban dan temannya dalam perjalanan pulang setelah menonton konser.
Lokasi kejadian merupakan jalur penghubung di wilayah barat Kota Tasikmalaya yang melintasi area pemukiman serta pertokoan lokal.
Jaraknya ke pusat Kota Tasikmalaya sekitar 5 kilometer atau dapat ditempuh sekitar 10 menit.
Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota mengamankan otak pelaku penganiayaan yang masih di bawah umur.
Berdasarkan aturan peradilan anak, tersangka kini mendekam di Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (LPKS) Pangandaran.
Baca juga: Kesaksian Ibu Korban Pembunuhan di Banyuasin, Pelaku Ikut Tahlilan dan Bantu Cari Korban
"Memang ada empat orang diamankan, dari empat itu ada satu pelaku utama, dan lainnya sebagai saksi. Iya di bawah umur, makanya kami lakukan penahanan di Pangandaran," ujar Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andik Eko Siswanto, Selasa (8/9/2026).
Andik menegaskan perselisihan berdarah ini murni melibatkan internal kelompok bermotor yang kerap meresahkan warga.
"Iya emang sama-sama kelompok (bermotor) mereka ini," kata Andik.
Status tersangka diputuskan penyidik setelah memeriksa empat remaja sejak Jumat (4/9/2026).
Tiga kawan pelaku saat ini berstatus saksi dan dikenakan wajib lapor.
"Sudah naik gelar dan naik statusnya jadi tersangka satu orang. Untuk yang tiga orang lagi (sama anggota geng motor) bukan dilepas, tapi kita pulangkan dulu sampai penanganan," lanjutnya.
Insiden ini dipicu hal sepele saat acara bakar ayam di kawasan Bekas Terminal Cilembang, Minggu (28/8/2026).
Baca juga: 7 Fakta Pembunuhan Mozza Axillia: Ditemukan Tinggal Kerangka usai 1 Tahun Hilang hingga Motifnya
Tersangka tersulut emosinya setelah mendengar raungan knalpot brong sepeda motor korban, lalu mencabut balok kayu bakar dan menghantamkannya ke arah korban.
"Korban menggunakan knalpot brong dan pelaku memukul korban menggunakan kayu," ungkap Januar.
Ibu korban, Meli Meliawati, menegaskan anaknya bukan anggota geng motor dan meminta kasus penganiayaan diusut tuntas.
"Saya minta keadilan saja, agar para pelakunya ditangkap oleh pak Polisi," paparnya, Kamis (3/9/2026), dikutip dari TribunJabar.id.
Meli menambahkan, korban tak mengenal para pelaku yang datang secara bergerombol.
"Anak saya terkapar katanya di jalan dengan luka di kepala bersimbah darah karena katanya kejadiannya sangat cepat, diduga dipukul pakai benda keras oleh pengeroyok ke bagian kepala. Setelah anak saya terjatuh, mereka langsung pergi begitu saja," lanjutnya.
Menurutnya, korban hanya mencari hiburan dengan menonton konser tapi dihajar geng motor.
"Anak saya hanya main, nonton konser usai mereka beres berdagang."
"Saya doakan saja mereka sadar dan mengakui perbuatannya dengan proses hukum," tandasnya.
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJabar.id/Jaenal)