Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau yang Sempat Mengarah ke Jakarta Kini Mulai Menjauh
Irwan Wahyu Kintoko September 09, 2026 11:32 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sempat mengarah ke Jakarta kini mulai menjauh.

Meski aktivitas erupsi gunung api tersebut masih berlangsung, tidak ada lagi abu vulkanik yang terpantau mengarah ke Ibu Kota.

Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto mengatakan, Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi pada Selasa (8/9/2026).

Namun, abu yang keluar tidak lagi mengarah ke Jakarta.

Baca juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Pernafasan, Masker Dibagikan kepada Warga PIK

"Abu yang keluar sudah tidak ada lagi, sehingga kalau kita lihat daripada signification meteorologi arahnya itu tidak sampai ke Jakarta," kata Guswanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa.

Dalam beberapa hari terakhir, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbagi dalam dua klaster berdasarkan ketinggiannya.

Pada ketinggian sekitar 50.000 kaki, pergerakan abu mengarah ke barat.

Sementara itu, abu vulkanik pada ketinggian 12.000 hingga 15.000 kaki bergerak ke arah timur.

Baca juga: Tragedi Selat Sunda: 5 Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Basarnas Berpacu Waktu

Pergerakan abu pada ketinggian lebih rendah ini yang sebelumnya berdampak terhadap sejumlah bandara.

Dengan kondisi terbaru tersebut, sebaran abu vulkanik tidak lagi mengarah ke Jakarta.

Meski demikian, aktivitas Gunung Anak Krakatau belum sepenuhnya berhenti.

Gunung tersebut masih berstatus Level III atau Siaga.

Baca juga: Jakarta Dikepung Abu Krakatau, 5 Pesawat Modifikasi Cuaca Diterbangkan, Pramono: Semoga Hujan

Badan Geologi menyebut potensi terjadinya letusan pada periode berikutnya masih tinggi.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

Masyarakat di wilayah Lampung tetap diminta memperhatikan informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung api serta perubahan arah sebaran abu vulkanik.

Water mist

Sebelum sebaran abu dipastikan tidak lagi mengarah ke Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampaknya.

Salah satunya dengan mengerahkan kendaraan water mist sejak Minggu (6/9/2026).

Penyemprotan dilakukan di sejumlah ruas jalan, di antaranya dari Jalan Rasuna Said menuju Pejaten Village serta dari Plaza Semanggi menuju Jembatan Cawang melalui Jalan Gatot Subroto dan Jalan MT Haryono.

Satu kendaraan water mist memiliki kapasitas sekitar 8.000 liter air.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, penyemprotan tersebut dilanjutkan hingga Selasa (8/9/2026).

Pemprov juga meminta gedung-gedung yang memiliki fasilitas water mist ikut melakukan penyemprotan.

Upaya penanganan dampak abu vulkanik itu dilakukan bersamaan dengan pembagian masker kepada masyarakat.

Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) apabila kondisi awan memungkinkan.

Langkah tersebut dilakukan ketika sebaran abu vulkanik masih menjadi perhatian di Jakarta.

Kini, berdasarkan penjelasan BMKG, abu vulkanik yang keluar dari aktivitas erupsi terbaru tidak lagi mengarah ke Ibu Kota.

Namun, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung sehingga perkembangan erupsi dan arah sebaran abu tetap perlu dipantau.

 

Sumber: Kompas.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.