BANJARMASINPOST.CO.ID - Perilaku asli Ustaz Riza Muhammad di rumah dibongkar Indri Giana sang istri di tengah isu miring.
Semua berawal dari penampilan baru Ustaz Riza Muhammad yang belakangan mencuri perhatian publik.
Penceramah berusia 47 tahun itu memperlihatkan perubahan bentuk tubuh yang kini tampak lebih berotot setelah rutin menjalani olahraga di gym.
Bukannya mendapat pujian, penampilan baru Ustaz Riza justru memancing komentar miring dari sejumlah netizen.
Tak ayal, sejumlah warganet yang kemudian menyeret kehidupan pribadi suami Indri Giana tersebut.
Bahkan, muncul tudingan yang menyebut Ustaz Riza Muhammad sebagai penyuka sesama jenis.
Baca juga: Isi Akta 39 Soal Cicilan Rumah Sarwendah dan Ruben Onsu Akhirnya Dibongkar, Perjanjian Awal Terkuak
Tudingan itu pun ramai diperbincangkan di media sosial hingga akhirnya membuat Indri Giana buka suara.
Istri Ustaz Riza Muhammad tersebut tampaknya tak tinggal diam melihat berbagai komentar yang diarahkan kepada suaminya.
Melalui unggahan di TikTok, Indri Giana dengan tegas membantah tudingan tersebut, ia menyebut isu yang beredar sebagai fitnah.
Namun, klarifikasi Indri rupanya masih menuai respons dari sejumlah netizen.
Salah satu warganet bahkan menyebut gosip yang beredar bisa saja merupakan fakta yang suatu saat akan terbongkar.
"Kebanyakan gossip adala fakta yang tertunda, manusia nggak akan bisa nutupi jika Tuhan sudah membukanya," ujar salah satu netizen di kolom komentar.
Mendapati komentar tersebut, Indri Giana kemudian memberikan jawaban tegas.
Ia mengatakan dirinya memilih untuk mempercayai Allah dibandingkan mempercayai perkataan netizen.
"Oke mari kita saksikan sama-sama yaa, kalo kamu percayanya sama netizen, kalau aku percayanya sama Allah," ujar Indri, dikutip Tribunnews, Rabu (9/9/2026).
Indri juga menanggapi pernyataan netizen yang menganggap tudingan tersebut sebagai sebuah fakta yang hanya belum terbongkar.
Menurutnya, jika sesuatu memang merupakan fakta, maka kebenaran tersebut pada akhirnya akan dibuka oleh Allah.
"Kalau menurutmu itu fakta, nggak akan bisa ditutupi kalau Allah yang buka," kata Indri.
Tak hanya membantah, Indri juga mengingatkan netizen mengenai konsekuensi dari tudingan yang dilontarkan tanpa bukti.
Ia menegaskan bahwa jika tudingan tersebut tidak terbukti, maka perkataan yang disampaikan kepada suaminya dapat menjadi fitnah dan berujung dosa.
"Kalau nggak terbukti, fitnah, tanggung ya kak dosanya," tegas Indri.
Indri Giana kemudian menyinggung soal keharmonisan rumah tangganya dengan Ustaz Riza Muhammad.
Di tengah isu miring yang menyeret sang suami, Indri justru menyebut hubungan mereka sedang romantis-romantisnya.
Karena itu, ia merasa tudingan yang beredar di media sosial tersebut tidak masuk akal.
"Aneh ya, padahal udah seromantis ini aku dan suami, diiftnahnya yang nggak masuk akal," pungkasnya.
Sebelumnya, Indri Giana sempat memberikan klarifikasi melalui unggahan di TikTok.
Ia mengingatkan warganet agar tidak mudah menyebarkan tudingan yang dapat menyakiti orang lain.
"Sehebat apapun manusia mencaci maki, menghujat, memfitnah yg luar biasa.. ingatlah ada ALLAH yg Maha menyaksikan segalanya," ujar Indri, dikutip Tribunnews, Selasa (8/9/2026).
Indri kemudian mengatakan dirinya menjadi saksi atas kebaikan dan kasih sayang yang diberikan Ustaz Riza kepada orang-orang di sekitarnya.
Ia bahkan mengaku kerap dibuat takjub melihat totalitas sang suami kepada para karyawan.
"Aku adalah saksi betapa pengasih suamiku, bahkan aku yg sering geleng2 ketika suamiku totalitas utk kryawan2 dirumah," lanjutnya.
Indri juga meminta warganet untuk tidak berbuat jahat dengan menyebarkan fitnah.
Menurutnya, tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan seseorang di masa mendatang.
"Jangan jahat2 yaaa kaa didunia ini, kita ga tau suatu saat nanti akan terjadi apa dikehidupan kalian yg suka memfitnah," tuturnya.
Indri bahkan menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah yang sangat kejam.
Meski merasa keberatan dengan tudingan tersebut, Indri mengatakan dirinya dan Ustaz Riza memilih untuk memaafkan pihak-pihak yang telah menyebarkan fitnah maupun berprasangka buruk terhadap suaminya.
"Tp ga apa, kami maafkan org2 yg memfitnah dan berprasangka buruk kepada suami saya.
Semoga suatu saat nanti kalian tidak merasakan fitnah yg kejam ini dikehidupan kalian kelak," pungkas Indri.
Sebelumnya, Ustaz Riza Muhammad sempat memberikan klarifikasi mengenai perubahan tubuhnya yang menuai kontroversi.
Ia mengungkapkan motivasi awalnya kembali nge-gym hingga badannya berubah karena dua alasan.
Pun ditegaskan, Ustaz Riza menyebut tengah mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah.
"Saya berpatokan mengikuti Rasulullah," ucapnya saat menjadi bintang tamu di sebuah program televisi swasta, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Lanjut bapak empat anak ini, mengurai alasannya mulai termotivasi untuk rajin nge-gym.
Yakni karena ingin mensyukuri nikmat sehat dan merasa insecure dengan bentuk badannya yang dulu berisi.
"Dua nikmat yang jarang disyukuri adalah sehat dan waktu luang. Untuk sehat kita nggak bisa tanpa usaha, mesti jaga makan, olahraga, istirahat yang cukup. Itu motivasi yang pertama."
Lewat cara nge-gym, Ustaz Riza berharap bentuk tubuhnya bisa berubah semakin bagus.
"Kedua, insecure. Dulu kata Irfan badan saya baguslah ya. Setelah menikah bengkak. Terus isti saya bilang 'kok badannya begini sekarang'. Akhirnya nge-gym lagi perbaiki porsi tubuh," paparnya.
Untuk diketahui, Ustaz Riza sempat membagikan konten yang memperlihatkan aktivitasnya saat nge-gym.
Dalam beberapa unggahan, ia tambah melakukan latihan di gym dengan memperlihatkan bentuh tubuh yang semakin berotot.
Konten itu lantas memunculkan pro dan kontra.
Sebagian tidak mempermasalahkan aktivitas olahraga sang ustaz. Namun di sisi lain ada yang menyoroti soal cara berpenampilan Ustaz Riza di sosial media.
Warganet juga banyak salah fokus pada postingan sosial media Ustaz Riza akhir-akhir ini, yang lebih banyak video pamer otot daripada berdakwah.
Seolah mengetahui suaminya kena nyinyir warganet, Indri Giana sebagai istri membagikan postingan bersama Ustaz Riza.
Ia turut menyertakan kutipan ayat Alquran terkait anjuran bersabar.
Dalam unggahan itu, Indri menuliskan salah satu ayat Al-Qur'an, Al-Baqarah ayat 153. “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar,” tulisnya
Unggahan tersebut muncul setelah beberapa konten olahraga Ustaz Riza menuai beragam komentar dari netizen.
Meski tak menyenggol soal polemik sang suami, pesan yang dibagikan Indri Giana soal rasa sabar dapat beragam respons dari warganet.
Di balik kontroversi mengenai unggahan olahraga tersebut, Riza Muhammad bukanlah nama baru di dunia dakwah maupun hiburan Tanah Air.
Riza Muhammad lahir pada 1 Mei 1979. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
Ayahnya bernama Arie yang berasal dari Bali, sedangkan ibunya, Nurnaningsih, berasal dari Situbondo.
Perjalanan Riza menuju dunia dakwah ternyata tidak berlangsung secara instan. Sebelum dikenal sebagai pendakwah seperti sekarang, ia sempat mencoba berbagai jalur karier.
Langkah awal Riza Muhammad menuju dunia hiburan terjadi pada 2004.
Saat itu, ia menjadi salah satu finalis Indonesia Star yang ditayangkan Metro TV.
Setahun kemudian, Riza kembali mencoba peruntungan dengan mengikuti ajang pencarian bakat DAI TPI. Namun, dalam ajang tersebut ia kembali hanya berhasil mencapai babak final.
Tidak berhenti sampai di situ, pada 2008 Riza juga sempat mengikuti casting film Ketika Cinta Bertasbih.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa dunia yang kemudian membesarkan namanya ternyata tidak langsung menjadi pilihan utama sejak awal.
Setelah beberapa kali mencoba masuk dunia hiburan, Riza Muhammad sempat mengambil jalur berbeda.
Ia bekerja di dunia korporasi sebagai public relations di salah satu perusahaan perbankan.
Justru dari pekerjaan inilah jalan menuju dunia dakwah profesional mulai terbuka.
Dalam pekerjaannya, Riza mendapat tugas untuk mengundang Ustaz Jefri Al-Buchori atau Uje dalam sebuah kegiatan keagamaan di tempatnya bekerja.
Pertemuan tersebut kemudian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya.
Riza berkenalan dengan tim Ustaz Solmed dan mendapat tawaran untuk menjadi pendakwah profesional.
Tawaran tersebut akhirnya mengubah arah kariernya.
Pada 2011, Riza Muhammad memutuskan merantau ke Jakarta.
Dari sinilah kiprahnya sebagai pendakwah mulai berkembang semakin luas.
Namanya kemudian dikenal melalui berbagai kegiatan dakwah di sejumlah daerah.
Namun, Riza ternyata tidak sepenuhnya meninggalkan dunia hiburan.
Ia juga beberapa kali tampil dalam produksi sinetron.
Salah satu produksi yang membuat namanya semakin dikenal adalah Pesantren Rock n Roll Season 3.
Dalam sinetron tersebut, Riza Muhammad beradu peran dengan sejumlah selebritas, termasuk Indri Giana.
Hubungan profesional di dunia hiburan tersebut kemudian berkembang menjadi hubungan pribadi.
Riza Muhammad akhirnya menikah dengan Indri Giana pada 14 Maret 2014.
Pasangan tersebut kemudian dikenal publik sebagai salah satu keluarga yang cukup sering membagikan aktivitas mereka melalui media sosial.
Jauh sebelum unggahan olahraga menjadi bahan perbincangan, kehidupan pribadi Riza Muhammad juga sempat menyita perhatian publik.
Pada awal Agustus 2026, Riza mengungkap bahwa dirinya mempekerjakan 42 pegawai untuk membantu berbagai kebutuhan di rumahnya.
Dari jumlah tersebut, sekitar 30 orang merupakan asisten rumah tangga (ART).
Keberadaan puluhan pekerja di dalam rumah tersebut tentu membuat publik penasaran dengan kehidupan keluarga Riza Muhammad.
Bukan hanya jumlah pegawainya yang menjadi perhatian.
Rumah milik Riza juga disebut memiliki berbagai fasilitas yang tergolong mewah.
Kediaman Riza Muhammad dan Indri Giana disebut memiliki sejumlah fasilitas yang tidak biasa ditemukan dalam rumah pada umumnya.
Mulai dari kolam renang, salon pribadi, ruang olahraga, private minimarket hingga area bermain anak tersedia di kediaman tersebut.
Kelengkapan fasilitas inilah yang kemudian membuat publik bertanya-tanya mengenai sumber penghasilan Riza Muhammad di luar aktivitasnya sebagai pendakwah.
Apalagi, jumlah pegawai yang mencapai puluhan orang tentu membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit.
Di luar aktivitas dakwah, Riza Muhammad disebut memiliki sejumlah sumber penghasilan lainnya.
Aktivitasnya sebagai pendakwah membuatnya memiliki agenda ceramah di berbagai kota.
Selain itu, ia juga menjalankan bisnis skincare, pernah terlibat dalam seni peran dan menerima pekerjaan endorsement.
Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari sumber penghasilan yang mendukung kehidupan keluarganya.
Dengan demikian, sorotan terhadap gaya hidup Riza Muhammad sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru.
Sebelumnya, rumah mewah dan keberadaan puluhan pegawai juga telah membuat publik penasaran.
Kini, perhatian kembali tertuju kepadanya setelah unggahan saat berolahraga di gym memicu perdebatan mengenai batas kepantasan seorang pendakwah ketika membagikan kehidupan pribadi di media sosial.
Kasus Riza Muhammad memperlihatkan bagaimana kehidupan pribadi seorang figur publik dapat dengan cepat berubah menjadi konsumsi masyarakat ketika dibagikan melalui media sosial.
Sebagai pendakwah, dirinya tentu memiliki citra yang berbeda dibanding figur publik pada umumnya. Karena itu, aktivitas sehari-hari seperti olahraga pun dapat mendapatkan perhatian lebih besar.
Di satu sisi, olahraga merupakan aktivitas untuk menjaga kebugaran dan kesehatan.
Di sisi lain, ketika aktivitas tersebut dibagikan kepada publik, cara berpakaian dan konteks unggahan dapat memunculkan penilaian yang beragam.
Perdebatan inilah yang kini membuat nama Riza Muhammad kembali ramai diperbincangkan.
Pada akhirnya, sorotan terhadap foto gym tersebut menjadi bagian terbaru dari perjalanan panjang Riza Muhammad—seorang pria yang pernah mencoba dunia pencarian bakat, bekerja di perusahaan perbankan, terjun ke dunia sinetron, kemudian menemukan jalannya sebagai pendakwah profesional.
Dari panggung hiburan hingga dunia dakwah, dari kehidupan sederhana menuju rumah dengan berbagai fasilitas dan puluhan pegawai, perjalanan Riza Muhammad memang menyimpan banyak cerita.
Kini, satu hal yang kembali menjadi perhatian publik adalah bagaimana seorang pendakwah menempatkan batas antara kehidupan pribadi, kesehatan, media sosial, dan ekspektasi masyarakat terhadap sosok pemuka agama.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)