Liputan6.com, Jakarta - Telegram down pada Selasa (8/9/2026) kemarin. Informasi ini menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com.
Berita lain yang juga populer datang dari pengembang lokal yang membuat situs web gratis untuk memantau sebaran abu Anak Krakatau.
Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikutnya ini.
1. Telegram Down Hari Ini, Pengguna Mengeluh Gangguan Koneksi
Telegram down hari ini, Selasa (8/9/2026). Sejumlah pengguna diketahui mengalami kendala saat mencoba mengakses layanan pesan ini.
Dikutip dari Technobezz, Selasa (8/9/2026), status Telegram tercatat “Telegram Is Having Issues · Multiple Browser Sessions Reporting”. Sistem pemantauan mereka mencatat 26 laporan dalam 24 jam terakhir.
Masalah koneksi menjadi keluhan yang paling banyak muncul. Dari 26 laporan yang masuk, 21 di antaranya atau sekitar 81% berkaitan dengan gangguan koneksi.
Selain itu, empat laporan atau sekitar 15% menyebut masalah pada fitur utama Telegram. Satu laporan lainnya berkaitan dengan proses loading yang lambat.
Tercatat laporan milik Technobezz berasal dari enam wilayah. Sebanyak 21 laporan berasal dari pengguna yang mengakses Telegram melalui browser.
Gangguan koneksi bisa membuat pengguna kesulitan mengakses Telegram. Kondisi ini juga berpotensi menghambat penggunaan fitur utama di dalam aplikasi.
Meski laporan sudah bermunculan, tidak disebutkan apa penyebab gangguan. Data yang ditampilkan berasal dari laporan pengguna yang masuk ke sistem pemantauan mereka.

Hingga kini, Gunung Anak Krakatau masih berada di level tiga (siaga) berdasarkan situs web MAGMA Indonesia.
Untuk membantu pengecekan secara berkala, lengkap dengan detail informasi lainnya terkait penyebaran abu vulkanik, seorang pengembang lokal menciptakan web gratis pemantau abu vulkanik gunung di Indonesia dengan alamat https://abu.cikoytew.my.id/.
Mengutip akun X pribadi milik pengembang, @.Triprnmaji, Selasa (8/9/2026), situs web ini dibagikan pada 6 September 2026.
Situs web Pantau Abu Vulkanik diambil dari data lembaga resmi VAAC Darwin, yang dikhususkan memantau sebaran abu vulkanik untuk penerbangan dunia, sehingga dapat dipastikan informasi kredibel.
“Tetap ikuti arahan atau informasi dari BMKG dan PVMBG. Jangan jadikan web ini patokan,” Aji menegaskan dalam sebuah unggahan X.
Web pemantauan abu vulkanik ini tidak ada versi aplikasi, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses tanpa perlu menginstal aplikasi terlebih dahulu.

Apple akan memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada 9 September 2026. Menjelang peluncuran, sebuah video memperlihatkan dua perangkat yang diduga merupakan kedua model tersebut.
Dikutip dari GSMArena, Selasa (8/9/2026), video itu menampilkan iPhone 18 Pro Max dengan warna merah gelap yang disebut Dark Cherry. Sementara model iPhone 18 Pro terlihat dibalut warna biru.
Video bocoran muncul beberapa hari sebelum Apple menggelar acara peluncuran. Karena berasal dari sumber tidak resmi, tampilan dalam rekaman belum bisa dianggap sebagai konfirmasi dari Apple.
Kedua perangkat terlihat berada di sebuah lokasi yang diduga merupakan tempat penjualan. Desainnya juga dinilai sejalan dengan sejumlah bocoran iPhone 18 Pro yang sudah beredar sebelumnya.