Laporan Tim TribunLombok.com
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram meningkatkan kewaspadaan seiring masuknya puncak musim kemarau yang diperparah oleh fenomena El Nino.
Berdasarkan catatan Damkar, kasus kebakaran di wilayah perkotaan mengalami lonjakan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Seksi Operasional Damkar Kota Mataram Rudi Suryawan menjelaskan bahwa jumlah kejadian kebakaran meningkat dari 10 kasus pada bulan Juli menjadi sekitar 19 kasus pada bulan Agustus. Sebagian besar insiden ini didominasi oleh kebakaran pada lahan-lahan kosong.
"Memang ada peningkatan di bulan Agustus ini. Kalau di bulan Juli kebakaran hanya 10, nah di bulan Agustus ini sekitar 19, jadi ada kenaikan hampir 100 persen," ujarnya Selasa, (8/9/2026).
Peningkatan ini, lanjutnya, paling banyak dipicu oleh faktor kelalaian manusia serta kondisi cuaca yang sangat panas dan kering.
Baca juga: Restitusi Santri Korban Kebakaran Sedang Dihitung, Berkas Perkara Pimpinan Ponpes Belum Rampung
Berdasarkan penanganan di lapangan, kebakaran lahan kosong umumnya disebabkan oleh dua faktor utama, yakni unsur kelalaian dan faktor kesengajaan.
"Faktor kelalaian itu seperti warga yang membersihkan pekarangan dengan membakar sampah lalu ditinggal begitu saja, atau puntung rokok yang dibuang sembarangan di tengah ilalang kering. Ada juga karena korsleting listrik akibat penumpukan steker," jelasnya.
Meski ada indikasi kesengajaan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk membuka lahan baru, pihak Damkar menilai sebagian besar kasus murni disebabkan oleh kelalaian warga yang kurang berhati-hati.
Untuk mengantisipasi lonjakan aduan, Damkar Kota Mataram telah memberlakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan batas waktu respons (response time) maksimal 15 menit.
"Alhamdulillah, rata-rata anggota kita bisa sampai di lokasi dalam waktu 8 sampai 12 menit karena jarak tempuh yang dekat dan kesigapan personel di lapangan," tuturnya.
Sebanyak 63 personel yang terbagi ke dalam 3 peleton disiagakan selama 24 jam secara bergantian. Mereka bertugas secara bergiliran dengan sistem piket untuk memastikan layanan darurat selalu siap merespons laporan warga.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pihak Damkar secara rutin menggalakkan program sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat setiap tahunnya. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga langsung menyasar warga di permukiman padat penduduk.
Pelaksanaan sosialisasi biasanya bersifat fleksibel, baik atas inisiatif instansi melalui penugasan khusus dari kepala dinas maupun atas dasar permintaan langsung dari kantor kecamatan, kelurahan, pihak swasta, hingga kelompok masyarakat yang peduli terhadap bahaya kebakaran. Melalui pendekatan persuasif ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan dini.
Bagi masyarakat yang mendapati darurat kebakaran atau gangguan keamanan di lingkungan sekitar, Damkar telah menyebarluaskan kontak darurat melalui media sosial, seperti di Facebook, tiktok, instagram hingga layanan terpadu 112 yang terintegrasi di berbagai wilayah kelurahan.
Pihak Damkar mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar selama musim kemarau ini. Warga diminta untuk tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan kompor serta instalasi listrik dalam kondisi aman sebelum ditinggal bepergian.
"Harapannya masyarakat bisa lebih sadar dan peduli. Jangan tunggu terjadi kebakaran baru kita merasa pentingnya pencegahan," ucapnya.
(*)