BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sebuah rumah di Kampung Tua Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) roboh pada Selasa (8/9/2026) siang.
Insiden bangunan roboh ini memakan korban jiwa.
Satu orang penghuni rumah meninggal dunia dalam kejadian tersebut, setelah tertimpa bangunan yang roboh.
Tribunbatam.id menghimpun 7 fakta terkait rumah roboh di Batu Merah Batam tewaskan seorang penghuni rumah, Selasa (8/9/2026). Berikut informasinya:
Korban meninggal dunia dalam kejadian ini adalah Nurpita Sari Binti Husin Yusuf, seorang ibu rumah tangga berusia 48 tahun.
Korban merupakan istri Jaya Permana, dan sehari-harinya berjualan aneka minuman ringan di rumah.
Erwin, keluarga korban mengungkap, jika kejadian yang menimpa kakak iparnya itu pertama kali diketahui anak korban yang baru pulang sekolah.
"Anaknya masih Sekolah Dasar, nangis-nangis dia. Rupanya sudah tertimpa. Baru datang warga ke lokasi," ucap Erwin saat dikonfirmasi.
Rumah Nurpita Sari merupakan rumah panggung yang berada di atas laut.
Rumah itu sudah direncanakan akan direnovasi karena kondisinya yang membutuhkan perbaikan.
Namun belum sempat rencana itu terealisasi, bangunan rumah roboh dan menimpa seorang penghuninya.
Erwin menjelaskan jika sehari sebelum kejadian, kakak iparnya sempat menghubungi istrinya.
Ia meminta agar dikirimkan sejumlah uang untuk memperbaiki rumahnya.
"Untuk nambah tiang katanya. Memang kondisi rumahnya sudah lama," ungkapnya.
Saat kejadian itu, Nurpita Sari hanya sendirian di rumah.
Korban diketahui sedang mencuci di kamar mandi rumahnya.
Sedangkan anak dan suami korban, tidak berada di rumah.
Yadi, seorang warga mengungkap, jika insiden rumah roboh dan menimpa penghuninya itu terjadi sekira pukul 12.30 WIB, Selasa.
Saat kejadian, ia dan sejumlah warga laki-laki sedang berada di masjid.
"Tadi ibu tetangga sebelah teriak minta tolong. Sementara yang laki-laki sedang berada di masjid, pas bubar salat kami langsung ke lokasi," ucap Yadi.
Sejumlah tetangga korban langsung bergegas mendatangi rumah Nurpita Sari.
Lokasi masjid yang tidak jauh dari rumah membuat warga dengan cepat sampai di lokasi.
"Begitu kami sampai sampai, tembok dapur itu sudah ambruk ke bawah dan tembok rumah sudah roboh ke dalam," bebernya.
Yadi mengatakan, setelah mengetahui kejadian itu, warga berusaha untuk mengangkat puing bangunan.
Korban baru ditemukan setengah jam kemudian.
Yadi mengatakan warga melakukan evakuasi dengan alat seadanya.
"Tadi saat ditemukan posisi korban terbaring wajah ke atas. Jadi tembok rumah itu menimpanya," kata Yadi.
Mereka langsung membawa korban ke Puskesmas.
Begitu tiba di Puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia.
"Sehingga kami bawa lagi korban ke rumah," ujarnya. (Tribunbatam.id/*/Pertanian Sitanggang)