Langit Moskow yang Mulai Sepi dari Penerbangan Komersial
GH News September 09, 2026 01:08 PM
Moskow -

Konflik antara Rusia dan Ukraina masih berlanjut hingga kini. Selasa (1/9/2026) lalu, Presiden Zelensky memberikan pengumuman yang membuat maskapai penerbangan komersial ketar-ketir.

Lewat video BBC, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pidato khusus yang ditujukan untuk maskapai internasional, perusahaan asuransi dan otoritas bandara.

Zelensky menegaskan bahwa Ukraina telah meningkatkan intensitas serangan drone jarak jauh ke wilayah Rusia, sehingga sangat berbahaya untuk dilintasi.

"Kami ingin memperingatkan setiap maskapai yang menggunakan wilayah udara Rusia, setiap perusahaan asuransi, dan siapa pun yang masih menggunakan bandara-bandara utama Rusia: langit Rusia kini menjadi sangat berbahaya," ujar Zelensky dalam pidato video, seperrti dikutip dari Rabu (9/9/2026).

Rusia telah meningkatkan serangan udara terhadap Kyiv dan kota-kota lain dalam beberapa pekan terakhir; serangan terbaru Moskow menewaskan 12 orang dan melukai banyak lainnya, yang menandai hari keenam berturut-turut serangan intensif terhadap ibu kota Ukraina tersebut.

Ukraina telah merespons dengan sering melancarkan serangan drone terhadap target-target di Rusia, yang banyak di antaranya terkait dengan industri minyak serta lokasi ritel negara tersebut.

"Meskipun pihak berwenang Rusia tidak mengumumkannya secara resmi, wilayah udara Rusia pada praktiknya akan tertutup. Perang yang dimulai oleh Rusia justru menutup wilayah udaranya sendiri," tambah Zelenskiy.

Efek peringatan tersebut langsung memicu kekhawatiran komersial dan masalah jaminan asuransi perang. Rabu (2/9/2026) puluhan penerbangan internasional ke Moskow mendadak dibatalkan.

Maskapai Turki, Pegasus Airlines, membatalkan 12 penerbangan dari dan menuju Bandara Vnukovo Moskow. Kemudian Turkish Airlines membatalkan beberapa rute Istanbul-Moskow.

Maskapai lain seperti Flydubai, Nesma Airlines, dan Kuwait Airways juga membatalkan operasional mereka ke bandara utama Moskow pada hari tersebut.

Selama tiga malam berturut-turut, bandara utama Moskow yaitu Sheremetyevo, Vnukovo, Domodedovo, memberlakukan pembatasan terbang darurat tengah malam. Berdasarkan data Flightradar24, di Sheremetyevo saja terdapat 21 penerbangan dibatalkan dan 235 tertunda, sementara Vnukovo mencatat 22 pembatalan dan 94 penundaan.

Pagi hari ini, Jumat (4/9/2026) Air Tanzania menjadi maskapai non-Barat pertama yang secara resmi menangguhkan seluruh penerbangan rute Dar es Salaam-Moskow akibat asesmen risiko keamanan di langit Rusia. Namun, setelah beberapa jam melakukan koordinasi darurat, maskapai tersebut mengumumkan bahwa mereka akan kembali membuka rute pada 7 September.

Maskapai besar dari negara Teluk seperti Emirates, Qatar Airways, Etihad dan maskapai China sejauh ini belum menghentikan operasional secara total, tetapi jadwal penerbangan mereka terus dibayangi penundaan massal secara mendadak setiap kali sirine peringatan drone aktif di kota-kota Rusia.

Bonauli
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.