BANJARMASINPOST.CO.ID - Kadar garam yang masih jauh berada di atas batas aman menyebabkan air sungai di sejumlah wilayah Banjarmasin menjadi asin.
Fenomena air asin ini pun latas menyebabkan sejumlah hewan laut masuk kawasan sungai terutama yang berbatasan langsung dengan perairan terbuka.
Dilansir melalui unggahan akun TikTok @hook.borneo Rabu (9/9/2026) seorang pemancing memperlihatkan kemunculan seekor ubur-ubur yang tiba-tiba muncul dan berenang di tengah sungai kawasan Siring, 0 Km, Banjarmasin.
Tampak melalui video yang dibagikan, ubur-ubur bertubuh transparan tersebut berenang dengan bebas di tengah air sungai Banjarmasin.
Baca juga: Jadwal Pemadaman Listrik di Banjarmasin 9 September 2026, Lingkar Selatan Mati Lampu
Baca juga: BREAKING NEWS - Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Taniran Kubah HSS, Pemilik Rumah Terluka
"Siring 0km banjarmasin ada ubur-ubur akibat air asin," terang unggahan tersebut.
Ubur-ubur tersebut menampakan diri ke permukaan dengan ukuran yang cukup besar.
Selain ubur-ubur, beberapa waktu sebelumnya pemancing tersebut juga berhasil mendapatkan ikan-ikan laut yang masuk ke kawasan sungai.
Beberapa waktu lalu, warga di sekitar Sungai Pamurus, Desa Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan digegerkan dengan kemunculan seekor ubur-ubur yang berenang di aliran sungai.
Kemunculan hewan yang memiliki tubuh transparan ini menggegerkan warga lantaran habitat aslinya yang seharusnya berada di kawasan laut.
Dilansir melalui unggahan akun Instagram @habarhabarkalsel, ubur-ubur tersebut muncul di aliran sungai pada Sabtu (15/8/2026).
Terlihat dari video yang beredar ubur-ubur tersebut berenang di tengah aliran sungai dengan kondisi air cukup keruh.
Meski demikian ubur-ubur tersebut tampak tak mengalami gangguan atau pun kesulitan berenang di aliran sungai.
Diduga ubur-ubur tersebut masuk ke aliran sungai lantaran terbawa arus.
Namun belakangan kondisi air di kawasan sungai dikeluhkan warga memiliki tingkat keasinan yang cukup tinggi.
Tak pelak kondisi air sungai yang asin tersebut juga diduga menjadi pemicu berbagai satwa yang seharusnya hidup di air laut masuk ke aliran sungai.
“Sabtu 15 agustus 2026. Kemunculan iwak ubur- ubur di sungai pamurus, desa tabunganen kab batola, kalsel. Menurut informasi saking masinnya banyu sungai di daerah tabunganen sana membuat hewan" laut sasat masuk ke sungai,” terang unggahan tersebut.
Ubur-ubur bisa masuk ke sungai atau perairan estuari (muara) karena terbawa oleh arus pasang air laut, angin kencang, atau perubahan suhu air.
Sebagian besar ubur-ubur adalah hewan laut, tetapi ada juga jenis ubur-ubur air tawar langka dari genus Craspedacusta yang bisa hidup di sungai atau danau.
Berdasarkan data yang dihimpun melalui akun Instagram @pambandarmasih, hingga Selasa (8/9/2026) kadar garam di perairan Banjarmasin berada jauh dari batas aman.
kadar garam di Intake Sungai Bilu tercatat 1.861 mg/L (PPM). Angka tersebut masih berada di atas batas aman 300 mg/L, meskipun menunjukkan tren penurunan dari 6.905 mg/L pada pukul 09.00 WITA.
Level Sungai Bilu tercatat 159 cm, sementara debit air baku mulai kembali mengalir dan mencapai 350 m⊃3;/jam pada pukul 22.00 WITA. Debit tersebut masih berada di bawah kondisi normal 2.210 m⊃3;/jam.
(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)