Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 11 SMA Halaman 30 Kurikulum Merdeka: Mohammad Hatta
Fitri Wahyuni September 09, 2026 02:03 PM

BANGKAPOS.COM -- Untuk membantu proses belajar mengajar, berikut ini terdapat soal dan kunci jawaban mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka.

Pada buku Pendidikan Pancasila kelas 11 SMA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dengan ISBN 978-623-194-621-8, ditulis oleh Sri Cahyati, Siti Nurjanah, Ali Usman, terdapat tugas.

Tugas tersebut ada pada halaman 30, siswa diminta untuk mengerjakan sejumlah soal mengenai Mohammad Hatta.

Baca juga: Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 11 SMA Halaman 68 Kurikulum Merdeka: Materi Demokrasi

Materi tersebut mengajak siswa memahami pemikiran, peran, serta kontribusi salah satu tokoh penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Siswa dapat menggunakan kunci jawaban ini setelah terlebih dahulu mencoba menyelesaikan soal secara mandiri.

Dengan cara ini, pembahasan yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi untuk mengetahui bagian materi yang sudah dipahami maupun yang masih perlu dipelajari kembali.

Perlu diperhatikan, kunci jawaban sebaiknya tidak digunakan sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan tugas.

Siswa tetap dianjurkan membaca materi tentang Mohammad Hatta dan memahami pertanyaan pada halaman 30 agar proses belajar berjalan lebih optimal.

Baca juga: Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 11 SMA Halaman 105 106 107 Kurikulum Merdeka, Pilgan Esai

Uji Kompetensi 

Jawablah soal-soal di bawah ini.

1. Berikan argumentasi yang menjelaskan bahwa sila-sila dalam Pancasila memiliki keterkaitan!

Jawaban:

Mohammad Hatta dalam tulisannya berjudul Pengertian Pancasila (1977) menjelaskan bahwa sila-sila Pancasila tidak berdiri sendiri dan saling terpisah.

Kelima sila tersebut membentuk satu kesatuan sebagai dasar dan ideologi negara yang makna dan penerapannya tidak bisa dipisah-pisah. 

Dalam konteks ini, sebagai sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa hadir menjadi sila yang memimpin atau menjiwai seluruh sila-sila lainnya. 

Untuk itu, pengamalan sila ketuhanan dalam Pancasila tidak hanya dalam bentuk-bentuk peribadatan agama/keyakinan seseorang, tetapi lebih luas dalam bentuk sikap mengasihi sesama manusia, membangun persatuan bangsa, aktif berdemokrasi, hingga mewujudkan kesejahteraan bersama sebagaimana diajarkan dalam sila kedua sampai kelima. 

Baca juga: Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 11 SMA Halaman 25 Kurikulum Merdeka

Begitu pun sebaliknya, pengamalan seseorang terhadap sila kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial dalam Pancasila, mesti dilihat sebagai bentuk keimanan dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana diajarkan oleh sila pertama.

2. Jelaskan bentuk keterkaitan antara sila pertama dan sila kelima Pancasila!

Jawaban: 

Hubungan sila pertama dan kelima, keterkaitan atas keduanya melahirkan prinsip ketuhanan yang diamalkan dalam bentuk perilaku adil terhadap sesama serta berempati pada orang lain yang berada dalam kondisi kekurangan atau membutuhkan bantuan, seperti kemiskinan dan sebagainya.

Sebaliknya, berbagai perilaku yang mencerminkan empati atau sikap kepedulian sosial tersebut harus dianggap sebagai bentuk perwujudan keimanaan dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

3. Jelaskan dan berikan contoh perilaku yang menunjukkan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari!

Jawaban:

Sebagai dasar dan ideologi negara serta pandangan hidup bangsa, Pancasila seharusnya diaktualisasikan oleh setiap individu bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Namun demikian, dalam realitanya seringkali hal itu sulit praktikkan.

Ini membuktikan bahwa terkadang masyarakat masih mengabaikan pengamalan sila-sila Pancasila. 

Ada beberapa contoh perilaku yang memperlihatkan bentuk pengamalan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

(1) sila pertama, menghormati perbedaaan agama atau keyakinan lain;

(2) sila kedua, menolong masyarakat yang sedang tertimpa musibah bencana alam;

(3) sila ketiga, mempergunakan produk-produk buatan dalam negeri;

(4) sila keempat, menghargai pendapat orang lain saat berdiskusi dalam sebuah rapat; dan

(5) sila kelima, tidak melakukan tindakan yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.

4. Mengapa Pancasila berkedudukan sebagai ideologi Negara Republik Indonesia?

Jawaban: 

Pancasila berkedudukan sebagai ideologi Negara Republik Indonesia karena Pancasila merupakan orientasi yang memandu negara Indonesia untuk mencapai tujuannya, yakni merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sebagaimana dinyatakan dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. 

Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah mufakat, dan keadilan sosial yang tercermin sebagai ekspresi budaya, corak perekonomian, kehidupan sosial, dan spiritualitas masyarakat yang terdapat di dalam Pancasila merupakan modal sekaligus penuntun bagi terwujudnya cita-cita tersebut. 

Jika Pancasila sebagai ideologi negara ditinggalkan, mustahil tujuan atau cita-cita tersebut dapat terwujud. 
Dengan demikian, Pancasila niscaya berkedudukan sebagai Ideologi Negara Republik Indonesia.

5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Pancasila sebagai Leitstar dinamis!

Jawaban: 

Pancasila sebagai leitstar dinamis memiliki maksud bahwa Pancasila merupakan bintang penuntun yang menggerakkan dan mengarahkan bangsa Indonesia dalam merespons dan mengantisipasi tantangan-tantangan setiap zaman yang terus berubah. 

Pancasila mampu membuat negara Indonesia mengatasi tantangan dan tuntutan yang ada serta mampu membuat negara Indonesia adaptif terhadap tantangan zaman tanpa harus meninggalkan prinsip-prinsip yang mendasarinya dan cita-cita yang ingin dicapai olehnya. 

Dalam hal ini pula, Pancasila menyediakan cita-cita, kemauan, dan kemampuan untuk mewujudkannya. 

Nilai ketuhanan mencita-citakan masyarakat yang mengejar kebajikan dan kebaikan serta dapat menjalankan ibadah tanpa hambatan. 

Nilai kemanusiaan mencita-citakan masyarakat yang memperlakukan sesamanya secara adil dan beradab. 

Baca juga: Kunci Jawaban PKN Kelas 11 SMA Halaman 18 19 20 Kurikulum Merdeka: Menjiwai Pancasila

Nilai kebangsaan mencita-citakan masyarakat yang berwatak persatuan, gotong-royong, dan mencintai tanah air. 

Nilai kerakyatan/demokrasi mencita-citakan kedaulatan rakyat dengan asas permusyawaratan melalui lembaga perwakilan. 

Nilai keadilan sosial mencita-citakan masyarakat yang adil dan makmur.

(Tribunnews.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.