SURYA.CO.ID BLITAR - Harga cabai rawit di Pasar Legi Kota Blitar, Jawa Timur, kembali merangkak naik dalam sepekan terakhir hingga menembus Rp75.000 per kilogram. Kenaikan dipicu berkurangnya pasokan dari petani.
Kenaikan harga mulai terasa di pasar tradisional terbesar di Kota Blitar tersebut. Pasar Legi selama ini menjadi salah satu pusat kulakan bagi pedagang dari pasar lain, sementara lokasinya berada di pusat kota, sekitar 500 meter dari Kantor Wali Kota Blitar dan Stasiun Blitar.
Pedagang Pasar Legi, Ali Mahmud, mengatakan harga cabai rawit mulai naik dalam seminggu terakhir. Sepekan sebelumnya, komoditas tersebut masih dijual sekitar Rp50.000 per kilogram.
Kenaikan berlangsung secara bertahap hingga harga eceran cabai rawit kini mencapai Rp70.000-Rp75.000 per kilogram. Kondisi berbeda terjadi pada cabai merah keriting yang berada di harga Rp35.000 per kilogram dan cabai merah besar Rp20.000 per kilogram.
Baca juga: Dampak Rupiah Loyo: Harga Sembako di Lumajang Mulai Merangkak Naik
"Sekarang harga cabai rawit Rp 70.000-Rp 75.000 per kilogram. Seminggu lalu harganya masih Rp 50.000 per kilogram," kata Mahmud, Rabu (9/9/2026).
Menurut Mahmud, kenaikan harga cabai rawit terjadi karena stok dari petani berkurang. Sejumlah petani cabai mengalami gagal panen pada musim kemarau ini sehingga pasokan ke pasar ikut menurun.
Kondisi tersebut turut berdampak pada penjualan pedagang. Harga yang semakin tinggi membuat pembeli mengurangi jumlah cabai rawit yang mereka beli.
"Karena harga mahal, penjualan juga ikut turun. Biasanya, saya bisa menjual 20 kilogram cabai rawit per hari, sekarang tinggal 15 kilogram per hari," ujarnya.
Mahmud memperkirakan harga cabai rawit masih berpeluang mengalami kenaikan. Penurunan hasil panen di tingkat petani menjadi salah satu faktor yang menurutnya dapat kembali mendorong harga komoditas tersebut.
Baca juga: Welcome! Brajamusti dan The Maident ke Kandang Persebaya, Bonek Bonita Siapkan Sambutan Hangat
"Perkiraan harga cabai rawit masih bisa naik lagi," katanya.
Kenaikan harga juga dirasakan langsung oleh konsumen. Salah satu warga, Juariah, mengatakan harga cabai rawit yang mahal membuatnya harus mengurangi jumlah pembelian untuk kebutuhan sehari-hari.
Biasanya, Juariah membeli cabai rawit sebanyak setengah kilogram. Namun, kini ia memilih membeli dalam jumlah lebih sedikit agar anggaran belanja bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.
"Sekarang beli satu ons, uangnya untuk belanja kebutuhan lainnya," katanya.