PB HUDA Ziarah ke Makam Abu Panton dan Tu Sop, Peringati Milad ke-27 Himpunan Ulama Dayah Aceh
Yeni Hardika September 09, 2026 03:03 PM

PB HUDA Ziarah ke Makam Abu Panton dan Tu Sop, Peringati Milad ke-27 Himpunan Ulama Dayah Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati Milad ke-27 Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Pengurus Besar (PB) HUDA melakukan ziarah ke makam para ketua umum HUDA terdahulu.

Ziarah tersebut menjadi momentum bagi jajaran HUDA untuk mengenang jasa, perjuangan dan keteladanan para ulama yang telah meletakkan fondasi sekaligus mengawal perjalanan organisasi ulama dayah tersebut sejak awal berdiri.

Kegiatan dipimpin langsung Ketua Umum PB HUDA, Dr Tgk H Anwar Usman MM atau Abiya Kuta Krueng, bersama Sekretaris Jenderal PB HUDA Abi H Hasbi Albayuni atau Abi Bayu, serta jajaran Pengurus Besar HUDA.

Ziarah turut dihadiri sejumlah pengurus wilayah (PW) HUDA dari berbagai daerah di Aceh.

Rangkaian ziarah berlangsung selama dua hari, 7–8 September 2027, dengan mengunjungi makam dua tokoh penting dalam sejarah kepemimpinan HUDA, yaitu Alm Syaikhuna Abu H Ibrahim Bardan (Abu Panton) dan Allahuyarham Ayah H Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop).

Ziarah pertama dilakukan ke makam Allahuyarham Tu Sop di kompleks Dayah Babussalam Al Aziziyah, Jeunieb, Kabupaten Bireuen dan yang kedua dilanjutkan ke makam Alm Abu Panton, salah seorang inisiator dan pendiri HUDA sekaligus tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan awal organisasi tersebut.

Di makam para ulama ini, jajaran PB HUDA bersama para pengurus wilayah melaksanakan tahlilan dan doa bersama.

Para peserta mendoakan almarhum serta memohon kepada Allah SWT agar segala amal ibadah, perjuangan dan pengabdian beliau kepada agama, masyarakat dan Aceh diterima sebagai amal saleh dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Di kedua makam tersebut, para pengurus HUDA kembali melaksanakan tahlilan dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang jasa dan pengabdian Tu Sop selama hidupnya.

Ketua Umum PB HUDA, Dr Tgk H Anwar Usman, MM atau Abiya Anwar Kuta Krueng, dalam momentum tersebut mengajak seluruh jajaran HUDA untuk menjadikan perjuangan para pendahulu sebagai sumber inspirasi dalam menjalankan amanah organisasi.

Menurut Abiya Kuta Krueng, generasi HUDA hari ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para ulama terdahulu, terutama semangat persatuan ulama, pengabdian kepada masyarakat, menjaga kemaslahatan umat serta memberikan kontribusi bagi kemajuan Aceh.

“Ziarah ini juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi antara Pengurus Besar HUDA dengan pengurus wilayah,” ungkapnya.

Mengenang Dua Tokoh HUDA

Abu Panton dan Tu Sop merupakan dua tokoh yang memiliki tempat penting dalam perjalanan HUDA.

Keduanya pernah dipercaya memimpin organisasi ulama dayah tersebut dan memberikan warna tersendiri dalam perkembangan HUDA sesuai dengan tantangan zaman yang mereka hadapi.

Abu Panton dikenal sebagai salah seorang ulama yang menggagas pentingnya persatuan ulama dayah Aceh.

Sementara Tu Sop merupakan sosok yang terus mendorong agar ulama dayah tidak hanya berkutat dalam ruang pendidikan dan dakwah, tetapi juga aktif memberikan kontribusi terhadap kehidupan masyarakat dan pembangunan Aceh.

Bagi PB HUDA, ziarah ke makam para pendahulu bukan sekadar agenda seremonial dalam rangka milad.

Ziarah, tahlilan dan doa bersama tersebut menjadi momentum untuk menyambung ingatan, mengenang perjuangan para ulama serta memohon keberkahan dan petunjuk Allah SWT agar generasi HUDA hari ini mampu melanjutkan amanah yang telah diwariskan.

Kehadiran para pengurus wilayah menunjukkan bahwa perjalanan HUDA tidak hanya bertumpu pada kepengurusan di tingkat pusat, tetapi merupakan gerakan bersama ulama dayah di seluruh Aceh.

Dalam suasana milad, ziarah kepada para pendahulu juga mengandung pesan bahwa sebuah organisasi tidak boleh melupakan sejarahnya. HUDA yang telah memasuki usia 27 tahun memiliki perjalanan panjang yang tidak terlepas dari pemikiran, pengorbanan dan keteladanan para ulama yang telah mendahului.

Karena itu, mengenang Abu Panton dan Tu Sop sekaligus menjadi ajakan kepada generasi HUDA saat ini untuk melihat masa depan dengan tetap berpijak pada warisan keulamaan yang telah dibangun oleh para pendahulu.

Milad ke-27 HUDA akhirnya tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menundukkan kepala di hadapan para pendahulu, mendoakan mereka, mengenang perjuangan mereka, dan meneguhkan kembali komitmen untuk melanjutkan perjuangan ulama dayah bagi umat dan Aceh.

Selain ziarah para ulama pendiri, Milad HUDA juga disertai berbagai kegiatan lainnya seperti pemberian penghargaan (Award), launching buku “Sejarah HUDA”, seminar nasional hingga bakti sosial.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.