Terlalu sering scrolling bisa mengganggu fokus, tidur, dan suasana hati. Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menguranginya.
TRIBUNSTYLE.COM - Scrolling tanpa henti mungkin terasa sepele, tetapi jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini bisa memengaruhi fokus, suasana hati, hingga kualitas tidur. Perubahan tersebut sering kali tidak disadari sampai scrolling menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Kabar baiknya, beberapa perubahan kecil dalam gaya hidup dapat membantu otak beradaptasi kembali dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan media sosial.
Dikutip TribunStyle.com dari Justdial.com pada Rabu 9 September 2026, dampak media sosial terhadap otak berkaitan dengan cara otak merespons sesuatu yang dianggap sebagai hadiah atau penghargaan. Setiap notifikasi, tanda suka, atau video baru dapat memicu pelepasan dopamin, yaitu zat kimia di otak yang membuat seseorang terdorong untuk mengulangi suatu perilaku.
Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat membuat seseorang semakin sulit berhenti scrolling.
Penelitian juga menunjukkan bahwa menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial dapat memperpendek rentang perhatian, mengganggu tidur, meningkatkan stres, dan memengaruhi daya ingat.
Pada orang dewasa muda, misalnya, terlalu sering mendapatkan rangsangan dari media sosial dapat membuat mereka lebih sulit berkonsentrasi saat bekerja atau belajar. Dampaknya bisa semakin terasa ketika waktu di depan layar menggantikan aktivitas seperti berolahraga, menjalani hobi, atau berbicara langsung dengan orang lain.
Jika tangan terasa otomatis membuka media sosial setiap kali memegang HP, beberapa kebiasaan berikut bisa dicoba:
Langkah-langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko penggunaan media sosial secara berlebihan sekaligus melatih otak untuk kembali fokus pada satu aktivitas dalam satu waktu.
Tidak perlu langsung mengubah semuanya secara drastis. Konsistensi dalam melakukan perubahan kecil justru lebih penting daripada memaksakan perubahan besar dalam semalam.
Seseorang mungkin perlu mengevaluasi kembali kebiasaan menggunakan media sosial jika aktivitas tersebut:
Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media sosial mulai mengganggu kehidupan sehari-hari. Jika kebiasaan tersebut terasa semakin sulit dikendalikan atau membuat kewalahan, berbicara dengan tenaga profesional kesehatan mental dapat membantu.
Baca juga: Sering Main HP di Ruangan Gelap, Pria Ini Alami Stroke Mata, Kapok Terancam Alami Kebutaan
Kesimpulan
Scrolling bukan selalu menjadi masalah. Yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang mulai kehilangan kendali atas berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk melakukannya.
Dengan memahami dampak media sosial terhadap otak dan membangun kebiasaan yang lebih sehat, fokus, kualitas tidur, serta kesejahteraan emosional dapat meningkat secara bertahap.
Perubahan kecil yang dilakukan mulai hari ini pun bisa memberikan perbedaan yang terasa di kemudian hari. ( TribunStyle.com - Luthfiah Shafa Afifah )