Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan beasiswa S2 bagi para mahasiswa asal Palestina untuk dapat berkuliah di berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui Program Beasiswa Cendekia Palestina.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad menjelaskan inisiatif ini diambil sebagai langkah alternatif penyaluran bantuan dari masyarakat Indonesia untuk Palestina, sebab penyaluran bantuan secara langsung pada saat ini tidak optimal mengingat situasi dan kondisi di Palestina yang belum kondusif.
"Maka, kami mengambil inisiatif untuk mengubah skema bantuan, yaitu memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Palestina yang sudah lulus S1 untuk kuliah S2 di Indonesia," kata Idy dalam kegiatan Peluncuran Beasiswa Cendekia Palestina di Jakarta, Rabu.
Idy menyebut terdapat kajian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang mengungkapkan bahwa banyak perguruan tinggi di Indonesia yang memerlukan mahasiswa internasional guna meningkatkan reputasinya di kancah global.
"Nah, ini artinya adalah gayung bersambut. Kami memiliki anggaran untuk Palestina, tapi belum kita salurkan langsung ke Palestina. Kemudian, ada kondisi perguruan tinggi kita membutuhkan mahasiswa internasional. Untuk itu, kami mengalokasikan insya Allah sebesar Rp22 miliar untuk 200 mahasiswa asal Palestina untuk kuliah di Indonesia," ujar Idy.
Idy berharap di masa yang akan datang dapat tercipta kolaborasi lainnya, sehingga pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bisa semakin bermanfaat dan memberikan dampak luas.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan Baznas.
Ia berharap program ini bisa membantu para mahasiswa asal Palestina, sekaligus menjadi upaya sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sebab, program ini juga turut meningkatkan kualitas perguruan tinggi dalam negeri.
"Beasiswa ini nantinya digunakan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing, program peningkatan jumlah mahasiswa asing di kampus-kampus kita, karena memang amanah dari pemberinya untuk program Palestina. Akhirnya kita gunakan untuk mendatangkan masyarakat Palestina untuk belajar di kampus-kampus kita." tutur Brian Yuliarto.





